JawaPos Radar

Polri: Pengawal Amien Tak Bisa Masuk ke Mapolda Metro Jaya

10/10/2018, 08:40 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Polri: Pengawal Amien Tak Bisa Masuk ke Mapolda Metro Jaya
Ilustrasi: Polda Metro Jaya mengerahkan 3.284 personel amankan pemeriksaan Amien Rais. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 bakal mengawal pemeriksaan politikus senior Amien Rais di Mapolda Metro Jaya hari ini, Rabu (10/10). Namun dipastikan mereka tidak bisa merangsek masuk.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, meraka hanya diperbolehkan mengantar sampai luar saja. Hanya kuasa hukum dan yang bersangkutan saja yang diperbolehkan masuk.

"Ya kami lihat saja, yang jelas mereka tidak bisa masuk semua ke ruangan, tidak cukup," ujar Setyo di kantornya, Selasa (9/10) kemarin.

Polri: Pengawal Amien Tak Bisa Masuk ke Mapolda Metro Jaya
Infografis kasus kebohongan Ratna Sarumpaet. (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Menurutnya ruang pemeriksaan kapasitasnya terbatas. Sehingga tidak bisa jika semua massa pengawal bisa ikut masuk. Kendati demikian dirinya memastikan akan memberikan tempat yang baik selama pemeriksaan Amien Rais.

"Kecuali kalau meriksanya di lapangan parkir sana ya. Ini kan memeriksanya di dalam ruangan, di tempat yang enak, yang AC, kami berikan tempat yang baik lah," singgung Setyo.

Soal apakah ada pengamanan khusus mengingat jumlah massa yang diprediksi lumayan banyak, Setyo enggan berkomentar. "Kita lihat saja nanti," imbuhnya.

Namun yang pasti, harusnya ada pemberitahuan ke pihak Kepolisian terkait pengerahan massa tersebut sesuai dengan UU Nomor 9 Rahun 1998. "Itu artinya kan mereka melakukan unjuk rasa. Ya toh? Mana unjuk rasa mereka mau mengantarkan, itu kan berbeda, ini kan unjuk rasa," ujar Setyo.

Dalam perkara ini, pemanggilan Amien Rais berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan penyebaran berita bohong alias hoax dengan tersangka Ratna Sarumpaet. Mantan Ketua MPR itu sempat bertemu Ratna bersama calon presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Pertemuan dilakukan usai kabar dugaan penganiayaan terhadap Ratna mencuat ke publik.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up