JawaPos Radar

KPK Makin Tak Terkontrol, Fahri: Harus Dibikin Tenang sampai Pilpres

10/10/2018, 09:05 WIB | Editor: Imam Solehudin
Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Fahri meminta Presiden Joko Widodo mengambil alih KPK. Itu menyusul laporan investigasi Indonesian Leaks soal dugaan aliran duit ke petinggi Kepolisian. (Dok.JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai sudah kebablasan. Presiden Joko Widodo diminta untuk mengambil alih lembaga antirasuah tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR, Farhi Hamzah. Menurut Fahri, bila KPK tak segera melakukan langkah konkret, KPK bisa makin ‎tidak terkontrol di Pilpres 2019 mendatang.

"Jadi, kepemimpinan di KPK itu sudah harus diambil alih presiden, supaya dibikin tenang sampai selesai Pilpres," kata Fahri, Rabu (10/10).

Pernyataan Fahri ini menyusul rilis hasil investigasi Indonesialeaks. Yakni soal kasus korupsi yang diduga menyeret nama Kapolri Jenderal Tito Kapolri.

Dalam laporan tersebut menyebut bahwa Tito Karnavian tercatat paling banyak mendapat duit dari pengusaha Basuki Hariman, langsung maupun melalui orang lain. Baik ketika menjabat sebagai Kapolda Metro, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada Maret-Juli 2016 maupun ketika sudah dilantik sebagai Kapolri.

Fahri menyatakan, setidaknya dalam sebulan ini ada dua isu besar yang tengah membelit KPK. Pertama bocornya dokumen penyelidikan seorang gubenur, kemudian dugaan menghilangkan barang bukti oleh penyidik KPK.

"Belum lagi ada kasus gugatan ke PTUN oleh Serikat Pekerja KPK, yang menandakan bahwa ada konflik di dalamnya. Justu sebenarnya ini masalah yang harus diselesaikan," ujarnya.

Karena itu sekarang ini, mau tidak mau Presiden Jokowi harus telibat dan tidak bisa lagi lepas tangan terhadap permasalahan yang ada di KPK ini. Terlebih untuk kasus Tito Karnavian yang tidak bisa dibiarkan.

"Karena menyangkut kredibilitas banyak lembaga, KPK dan Polri. Presiden harus terlibat. Saya terus terang, yang sangat mengkhawatirkan ini berefek kepada Pilpres, berefek kepada kandidat. Dan ini juga menyangkut reputasi Jokowi yang sedang dipesoalkan karena semua orang yang kena ini, berada di sekitarnya," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up