JawaPos Radar

Ogah Tanggapi Isu Kapolri Terima Suap, Setyo: Fokus ke Ratna Sarumpaet

10/10/2018, 08:33 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Ogah Tanggapi Isu Kapolri Terima Suap, Setyo: Fokus ke Ratna Sarumpaet
Kapolri Jendral Tito Karnavian. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) tak mau ambil pusing dengan isu adanya sejumlah pejabat yang menerima aliran dana kasus suap Basuki Hariman. Termasuk mengarah kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Ya kalau dipelajari tentu kita akan pelajari, tapi kalau memang itu hoaks ya nanti kita buang. Gitu kan. Kita nggak akan membuang-buang waktu yang tidak perlu," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di kantornya, Selasa (9/10).

Kata dia, Kepolisian saat ini fokus menuntaskan kasus hoaks penganiayaan yang dilakukan Ratna Sarumpaet. "Sekarang kita fokus ke masalah yang kasus menghebohkan ini Ratna Sarumpaet. Kita fokuskan dulu ke situ," sebut Setyo.

Ogah Tanggapi Isu Kapolri Terima Suap, Setyo: Fokus ke Ratna Sarumpaet
Aktivis Ratna Sarumpaet ditangkap polisi (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)

Pihaknya ingin serius menangani perkara ini dengan memeriksa sejumlah pihak yang disebut oleh Ratna. "Kita minta klarifikasinya, dan mohon kerja sama untuk memberikan klarifikasi sebenar-benarnya sehingga semuanya bisa terang benderang kasus ini," tutur Setyo.

Soal ada tidaknya kepentingan mengingat isu lama ini dipublikasi kembali di tahun politik, Setyo enggan berspekulasi. Juga ketika ditanya adakah kecurigaan bahwa isu ini dimainkan untuk menyerang institusi Kepolisian.

"Ini namanya pertanyaan yang menjebak. Kita lihat aja nanti perkembangannya. Saya tidak akan menyampaikan masalah substansi," tukas Setyo.

Sekadar informasi, kasus suap impor daging terungkap setelah KPK menangkap Patrialis Akbar pada awal 2017 lalu. Dia dituduh menerima suap dari importir daging, Basuki Hariman untuk memenangkan uji materi UU 14/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

Dalam kasus ini, Patrialis divonis hukuman delapan tahun penjara. Sementara Basuki dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan anak buah Basuki, Ng Fenny dihukum lima tahun penjara. 

Namun kasus suap impor daging ini merembet ke beberapa pejabat. Saat KPK menggeledah kantor Basuki, ditemukan buku catatan pengeluaran atas nama PT Panorama Indah Sejati, salah satu perusahaan Basuki. 

Di buku tersebut tercatat aliran dana yang ditujukan ke beberapa orang yang diduga pejabat negara seperti di kepolisian, bea cukai, hingga kementerian. Termasuk Tito Karnavian yang kala itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up