JawaPos Radar

Hoax! Begini Cerita Munculnya Isu Penculikan Anak di Sambas

10/10/2018, 05:10 WIB | Editor: Estu Suryowati
Hoax! Begini Cerita Munculnya Isu Penculikan Anak di Sambas
ILUSTRASI PENCULIKAN ANAK. Kabar di Sambas telah terjadi penculikan anak adalah hoax. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Isu penculikan anak di Kabupaten Sambas yang beredar lewat Facebook meresahkan warga. Polres Sambas pun bergerak cepat mengantisipasi keresahan meluas.

Satuan Reskrim Polres Sambas langsung melakukan konfirmasi kepada pemilik akun Facebook penyebar isu.

"Kami telah melakukan klarifikasi di daerah yang diisukan pada Facebook terdapat upaya penculikan," kata Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Raden Real Mahendra dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Rabu (10/10).

Hasilnya, kata Mahendra, informasi tersebut tidaklah benar alias hoax. "Kami juga telah melakukan konfirmasi langsung kepada pemilik akun Facebook atas nama Lexus Panca," tuturnya.

Mahendra menyampaikan, akun tersebut sempat menuliskan terjadi pengejaran terhadap orang yang berupaya melakukan penculikan anak. "Ternyata informasi tersebut dia dapatkan dari temannya bernama Wasilah di Desa Lorong," jelasnya.

Dari sini, kemudian petugas menemui Wasilah di kediamannya di Desa Lorong, Kecamatan Sambas. Dan, dapati informasi bahwa apa yang disampaikan itu tidak sepenuhnya benar.

Wasilah, kata Mahendra, menjelaskan bahwa pada Senin 8 September, jam lima sore ada seorang nenek yang mengedor rumahnya. Kemudian Kirana, anak perempuan yang berumur enam tahun membukakan pintu.

Nenek tersebut, kata Wasilah, langsung duduk di ruang tamu. Wasilah keluar dari kamar dan menanyakan keperluannya.

"Dijawab oleh si nenek hanya mau bertamu," jelas Mahendra menirukan ucapan Wasilah.

Lantaran khawatir itu adalah modus penculikan anak, Wasilah kemudian meminta bantuan tetangga untuk mengusir si nenek itu. Kekhawatiran Wasilah itu dikarenakan ia menerima informasi mentah-mentah tentang modus penculikan di Pulau Jawa. Informasi tersebut Wasilah baca via Facebook.

"Bu Wasilah sebenarnya tidak pernah mengatakan ada kejadian penculikan ke warga sekitar dan tidak pernah membuat postingan tentang informasi penculikan di Facebook. Namun, cerita dari mulut di masyarakat sekitar yang menyimpulkan telah terjadi penculikan. Padahal tidak ada kejadian tersebut," tegas Mahendra.

Untuk lebih memastikan, petugas menelusuri keberadaan nenek yang dicurigai sebagai penculik itu. Didapati informasi bahwa nenek tersebut adalah warga Desa Pasar Melayu, Kecamatan Sambas. Bernama Hj. Hanifah. Nenek ini memang sudah linglung.

"Kami kemudian menemui Kepala Desa Pasar Melayu untuk memberitahukan hal ini," ungkapnya.

Mahendra meminta agar masyarakat berhati-hati dalam menyebarkan kabar berita dan segera menghubungi aparat kepolisian jika mendapati kecurigaan terhadap orang asing.

"Jadi informasi isu penculikan adalah tidak benar dan masyarakat jangan terlalu mudah untuk menyebarkan isu. Lakukan dulu klarifikasi, datangi dan laporkan ke polisi. Jangan langsung sebar ke media sosial. Dikhawatirkan bisa terjadi salah paham," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up