JawaPos Radar

Dilanda Kekeringan, Warga Nekat Konsumsi Air Waduk

10/10/2018, 09:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Waduk Kedung Ombo
GUNAKAN AIR WADUK: Sejumlah warga Miri Sragen menggunakan air waduk untuk kebutuhan sehari-hari. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Sragen semakin parah. Sumur-sumur yang biasa menjadi andalan warga juga sudah kering. Sementara, droping air bersih tidak setiap hari dilakukan. Sedangkan, setiap hari warga membutuhkan air bersih.

Guna mencukupi kebutuhan tersebut, warga Sragen terpaksa menggunakan air waduk. Salah satu waduk yang menjadi andalan warga adalah Waduk Kedung Ombo (WKO).

Inilah yang dilakukan oleh para warga di Gilirejo, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Sragen. Kecamatan Miri memang menjadi salah satu wilayah yang paling parah mengalami kekeringan. Warga sudah tidak punya lagi pasokan air bersih. Baik untuk dikonsumsi maupun untuk kebutuhan sehari-hari.

Kekeringan di Jateng dan DIJ
Infografis Kekeringan di Jateng dan DIJ (Rofiah Hidayat/JawaPos.com)

Pagi itu, Yoga terlihat mengantre di bibir WKO. Remaja kelas 7 SMP Negeri 2 Miri itu berjajar rapi bersama warga lainnya. Yoga hendak mandi sebelum berangkat sekolah. Ia sudah tiba sejak pagi-pagi benar. Ini dilakukan agar dirinya tidak terlambat saat berangkat sekolah. Rutinitas ini memang sudah dilakukan Yoga sejak beberapa lama.

Atau tepatnya sejak sumur di rumahnya mengering. Karena, sudah tidak ada cadangan air bersih lagi, Yoga pun terpaksa mandi di WKO bersama warga lainnya. “Saya setiap hari di sini, mandi, mencuci semua di sini. Karena, sumur yang ada di rumah sudah mengering,” ungkapnya.

Kekeringan yang melanda wilayah Miri ini memang cukup parah. Bahkan sampai dengan September wilayah ini belum sekalipun diguyur hujan.

Padahal, beberapa wilayah di Surakarta sudah beberapa kali diguyur hujan. Kondisi ini jelas membuat warga semakin kelabakan mendapatkan air bersih. Dan air waduk menjadi satu-satunya pengharapan warga, sembari menunggu rejeki adanya droping air bersih.

“Sudah cukup lama kekeringan, kalau empat bulan sudah ada. Kalau tidak ada air, andalan kami ya hanya air waduk ini,” ucapnya.

Salah seorang warga, Wartono mengungkapkan, sampai saat ini belum sekalipun ada droping air bersih ke desanya. Padahal, setiap saat warga terus berharap adanya kesediaan pemerintah sekadar menyalurkan air bersih. Akan tetapi, sepertinya hal tersebut masih sebatas harapan dari para warga saja. Karena sudah tidak ada lagi pasokan air bersih, warga pun terpaksa menggunakan air waduk untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sampai dengan saat ini belum ada droping air bersih. Padahal, kami semua membutuhkan adanya air bersih. Ya kami berharap, pemerintah segera melakukan droping air bersih, karena kami sangat membutuhkannya,” terang Wartono. “Kami hanyalah orang kecil dan tinggal di pelosok, dan kami sangat membutuhkan air bersih. Jadi kami sangat memohon adanya distribusi dari pemerintah,” lanjutnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua RT 05, Sukiman,55. Sukiman mengutarakan, bahwa selama ini andalan satu-satunya yang dimiliki warga untuk kebutuhan air adalah waduk. Air tersebut tidak hanya untuk mandi dan mencuci saja, tetapi juga untuk dikonsumsi.

“Untuk memasak dan minum, warga terpaksa menggunakan air dari waduk. Kekeringan yang terjadi membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.

(apl/dho/gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up