JawaPos Radar

Kapal Kemanusiaan Kirim 1.000 Ton Bantuan untuk Palu dan Donggala

09/10/2018, 23:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bantuan Kemanusiaan
ILUSTRASI: Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberangkatkan Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. (Riko Aditya/Radar Nunukan/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberangkatkan Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Taipa, Palu, Senin (8/10). 

Kapal bernama KM Melinda itu membawa 1.000 ton bantuan  logistik dan ambulans. Antara lain, beras seberat 500 ton yang dipanen petani binaan Global Wakaf-ACT di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. 

Selain beras, ada juga bentuk bantuan lainnya. Antara lain, sembako, air mineral, obat-obatan, pakaian baru, paket sanitasi, kebutuhan pangan bayi dan balita, selimut, dan tenda. 

Senior Vice President ACT, N. Imam Akbari mengatakan, tak hanya bantuan logistik dan pangan terus didistribusikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Bantuan kepada korban gempa dan tsunami berupa evakuasi dan layanan medis juga masih dilakukan. 

"Karena, dampak bencana di kota Palu dan Donggala amat besar. Untuk itu, kami masih berikhtiar besar untuk mendampingi warga terdampak di masa tanggap darurat ini," kata Imam seperti rilis yang diterima JawaPos.com (9/10). 

Imam mengatakan, kapal itu bukan satu-satunya yang berangkat ke Palu dan Donggala. Kapal Kemanusiaan lainnya juga diberangkatkan dari wilayah lainnya, seperti Jakarta, Aceh, dan Medan. 

Mengingat, bencana tersebut tak hanya melumpuhkan Palu dan Donggala. Beberapa wilayah lain seperti Parigi Moutong dan Sigi juga terdampak. 

Banyak korban meninggal dan luka berat berjatuhan akibat gempa dan tsunami itu. "Gempa juga menghancurkan infrastruktur serta membuat pangan, air bersih, dan logistik menjadi langka," tutur Imam. 

General Manajer PT ASDP Ferry Indonesia Rudi Hanafiah mengatakan, juga sudah mengirimkan bantuan armadanya setiap ada bencana. Ada dua kapal yang dikirim ke Palu. 

Antara lain, KMP Julung julung yang berangkat dari Toli Toli, Sulawesi Utara dan KMP Drajat Paciran dari Surabaya. Dua kapal itu membawa bantuan ke Palu melalui Balikpapan, Mamuju, Toli Toli, Bitung, Surabaya dan Jakarta.

"Kapal itu berkapasitas besar. Kali pertama berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Untuk itu, kami merasa perlu bekerjasama dengan ACT, yang sudah berpengalaman mendistribusikan bantuan ke daerah bencana," kata Rudi. 

Tak hanya satu kali memberangkatkan tiga kapal. Rudy mengatakan, logistik juga akan terus dikerahkan bagi korban gempa dan tsunami di Palu dari pelbagai daerah. "Ini kesempatan besar membantu saudara-saudara kita di Palu," katanya. 

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up