JawaPos Radar

Target Satu Tahun, Ridwan Kamil Akan Ubah Muara Gembong

10/10/2018, 06:15 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Target Satu Tahun, Ridwan Kamil Akan Ubah Muara Gembong
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengubah Muara Gembong jadi lebih baik (Dok. Humas Pemprov Jabar)
Share this image

JawaPos.com - Kondisi Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dinilai kurang sentuhan mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Bahkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diminta untuk turun tangan membenahi desa itu.

Kang Emil sapaan akrabnya melihat Muara Gembong saat ini kondisinya hancur. Bukan hanya infrastruktur saja tetapi juga perekonomian warganya. Maka dari itu perlu adanya peran dari pemerintah untuk bisa menganggat Muara Gembong.

"Saya menitipkan sebuah desa namanya Muara Gembong. Muara Gembong ini hancur, warganya enggak bisa jadi nelayan karena abrasi, satu kampung pernah hilang, jalan ke sana hancur, orangnya miskin, dan sebagainya," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Selasa (9/10).

Dia menargetkan dalam jangka waktu satu tahun seluruh SKPD bisa bahu membahu untuk membenahi Muara Gembong. Mulai dari infrastruktur khususnya yang terkena abrasi hingga membenahi perekonomian warga.

"Saya minta dikeroyok dalam waktu satu tahun. Untuk wilayah Babelannya tolong sampaikan ke warga Bekasi, perihal abrasinya diselesaikan oleh Dinas Kelautan, jalur air jadi pariwisata dan lainnya. Sehingga bisa dilihat before after-nya," jelasnya.

Dirinya berharap dalam waktu satu tahun, harus ada progres peningkatan desa tersebut. Harapanya Muara Gembong bisa jadi desa yang beradab. Karena saat ini Muara Gembong masih terbilang tertinggal.

"Targetnya bisa jadi desa yang beradab. Kalau sekarang ke sana enggak kaya zaman modern, tapi kaya pra kemerdekaan. Bukan hanya kumuh tapi hancur," ungkapnya.

Namun, walaupun dalam situasi seperti itu masyarakat Muara Gombong tetap bertahan. Menurut cerita Kang Emil, kondisi desa Muara Gembong beberapa lantainya (rumah) masih tanah, rumah bilik, dan lainnya.

Hal itu karena masyarakat di sana tidak bisa mencari nafkah akibat abrasi. Sehingga terjadi kemiskinan akut dalam satu desa.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up