JawaPos Radar

Pelantikan 2 Kepala Daerah di Sumbar

Wako Padang Panjang: Kekayaan itu Adalah Saat Bisa Berbagi!

09/10/2018, 19:41 WIB | Editor: Ilham Safutra
Wako Padang Panjang: Kekayaan itu Adalah Saat Bisa Berbagi!
Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno kembali melantik pasangan kepala daerah hasil Pilkada 2018. Kali ini wali kota-wakil wali kota Padang Panjang dan Pariaman periode 2018-2023.

Untuk lima tahun ke depan, Padang Panjang akan dinakhodai oleh pasangan wali kota-wali kota Fadly Amran dan Asrul. Fadly diharapkan masyarakat Kota Serambi Mekkah itu mengembalikan "Kejayaan Padang Panjang".

Apalagi pria yang baru 30 tahun itu selama ini dikenal sebagai seorang pebisnis dan aktif di organisasi kepemudaan. Fadly menuturkan bakal bergerak cepat dalam merealisasikan janji kampanyenya untuk kesejahteraan masyarakat. Di antaranya program sigap emergency.

"Program ini berhubungan langsung dengan masyarakat," kata Fadly usai dilantik sebagai wali kota Padang Panjang di aula Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (9/10).

Dia menerangkan, Sigap emergency akan mendekatkan layanan kesehatan bagi warga Kota Padang Panjang yang hendak dirujuk ke rumah sakit. Sigap ini akan mengkoordinasikan dinas kesehatan dan rumah sakit - rumah sakit yang berada di di Padang Panjang maupun daerah lainnya di Sumbar.

"Siapa pun warga Padang Panjang nanti yang sakit akan dijemput dan diantar jika dirujuk ke daerah lain," kata wali kota termuda di Sumbar itu.

Sebelum menjadi wali kota, Fadly Amran lebih dikenal sebagai Ketua KNPI Sumbar. Selain aktif di organisasi kepemudaan, dia juga merupakan  sosok pebisnis muda yang sukses di berbagai sektor usaha. Salah satunya, sebagai pemilik G Sport Center (pusat olahraga futsal dan sebagainya di kota Padang).

Secara garis keturunan, lulusan Seattle University, Amerika Serikat itu terlahir dari keluarga berada. Ayahnya, H Amran Sutan dikenal sebagai tokoh pendidikan yang mendirikan Yayasan Pendidikan Baiturrahmah. Yayasan itu mengelola salah satu RS Siti Rahmah dan Universitas Baiturrahmah di Kota Padang.

Semula, terjunya Fadly ke kancah politik cukup dikhawatirkan sejumlah pihak. Sebagai pewaris kerajaan bisnis dengan aset berlimpah dari orang tuanya, Fadly begitu dengan begitu maju sebagai wali kota di Padang Panjang. Padahal kota kecil itu secara ekonomi tidak pendapatan daerah yang cukup menggembirakan.

Dari segi materi, sudah jelas Fadly sosok yang mapan. Tidak bekerja pun, ayah satu anak itu tetap bisa mendapatkan semua materi yang dimau. "Semua bukan tentang apa yang akan saya dapatkan kelak, tapi lebih pada apa yang bisa saya berikan kepada warga Padang Panjang," sebutnya.

"Bagi saya, kekayaan itu adalah saat bisa berbagi," tandasnya.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up