JawaPos Radar

Nekat Bawa Kabur dan Jual TV Kiriman, Kaki Rio Didor

09/10/2018, 19:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Pencurian
PENCURIAN: Jajaran Kepolisian memperkenalkan tersangka Rio, 26 (tengah) saat gelar perkara di Mapolsek Genuk, Semarang, Selasa (9/10). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Brillyan Rio Pujangga, 26, harus jalan terpincang-pincang saat digiring menuju ruang tahanan oleh petugas Kepolisan Sektor Genuk, Kota Semarang, Selasa (9/10). Kakinya dihadiahi timah panas oleh petugas karena ulahnya melarikan barang titipan yang seharusnya ia kirim ke Jakarta.

Sebelumnya, Kapolsek Genuk, Kompol Zaenul Arifin mengungkapkan, Rio, panggilan warga warga Kalialang Baru, Sukorejo, Gunungpati itu, ditetapkan sebagai tersangka lantaran menyalahgunakan profesinya sebagai kurir pengiriman barang. Ia yang ditugasi mengantar beberapa unit televisi ini malah nekat menjual sebagian diantaranya untuk kepentingan pribadi.

"Saudara Rio ini sebagai pegawai di PT Nusa Indah Transport Abadi (NITA) beralamat di Genuk, bergerak di bidang transportasi pengiriman barang," ungkap Zaenul saat gelar perkara di Mapolsek Genuk, Selasa (9/10).

Pengungkapan bermula setelah adanya laporan dari korban bernama Atmaja, 58, yang tak lain adalah pemilik perusahaan PT NITA ke Polsek Genuk, pada Minggu (23/9) lalu. Pelaporan terkait dugaan pencurian barang di perusahaan yang dikelolanya. 

Dalam laporannya, korban mengungkap memberikan tugas kepada tersangka untuk mengirimkan barang dan disanggupi. Akan tetapi, Rio tak lama kemudian kembali lagi dengan mobil boksnya. "Katanya dia (tersangka) sakit, saya tunggu sehari. Besoknya saya hubungi, nomornya nggak aktif dan saya cek di mobil, barangnya sudah kurang lima buah," ujat Atmaja di Mapolsek Genuk.

Bermodal laporan itu, jajaran Polsek Genuk langsung melakukan penyelidikan. Kapolsek Zaenul kembali menjelaskan bahwa saat itu pihaknya mendapat petunjuk jika tersangka saat itu tengah berada di Bontang, Kalimantan Timur.

"Tersangka yang ternyata telah menjual barang-barang tadi itu lari ke Bontang. Sehingga kami melakukan perburuan sampai ke sana. Kita bekerjasama dengan jajaran Polres setempat akhirnya dapat dilakukan penangkapan," bebernya.

Tersangka Rio bahkan mendapat hadiah timah panah dari petugas lantaran berusaha menghindari petugas saat hendak dilakukan penangkapan. Melalui pengembangan, akhirnya petugas juga mengamankan tiga orang lain yang bertugas sebagai penadah.

Ketiga penadah termaksud adalah Moch Safi'i Ardiansyah, 34, warga asal Surabaya yang tinggal disebuah kontrakan di Lamongan Barat, Sampangan, Gajahmungkur. Lalu, Alde Rahmat, 42, warga Sampangan Baru, Bendan Ngisor, Gajahmungkur dan Wiwit, warga Semarang Barat.

"Awalnya mereka tidak tahu kalau barang ini ilegal. Tapi, setelah kita lakukan penyelidikan, ternyata mereka tahu asal barang-barang ini dan akhirnya kita ringkus," ujar Zaenul.

Sementara, menurut keterangan Rio, dirinya baru pertama kali melakukan tindak kriminal tersebut. Ia mengaku pikirannya sedang kacau saat melarikan barang titipan tadi. 

Sesuai penuturan Rio, dirinya menurunkan barang tersebut di daerah Panjangan, Manyaran, Semarang Barat dan kemudian dijual kepada rekannya sebelum kembali dengan mobil boks. "Ada yang dijual Rp 4,5 juta, ada juga Rp 1,5 juta. Uangnya sudah habis buat jalan-jalan ke Kalimantan," akunya. 

Atas ulah para tersangka, pihak perusahaan dilaporkan mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain, 1 Unit TV LED merek TCL 55 Inch dan 3 Unit TV LED merek TCL 43 Inch.

Saat ini, para tersangka masih mendekam di dalam sel tahanan Mapolsek Genuk untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Mereka bakal dijerat dengan Pasal 374 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up