JawaPos Radar

Kasus Ratna Sarumpaet

Kubu Jokowi-Ma'ruf: Pilkada DKI 2012 Tak Bisa Jadi Patokan

09/10/2018, 17:06 WIB | Editor: Imam Solehudin
Ratna Sarumpaet
Tersangka kasus penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet. Kubu Jokowi menyebut sikap politik Ratna pada Pilkada DKI 2012 tak bisa dijadikan patokan. (Miftahul Hayat/Jawapos)
Share this image

JawaPos.com - Belakangan mulai muncul tudingan bahwa kubu Jokowi-Ma'ruf menjadi dalang dalam kasus dugaan kabar bohong yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Hal itu merujuk Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu, Ratna merupakan pendukung setia Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menanggapi itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN), Ace Hasan Sadzily memastikan tudingan itu sepenuhnya tidak benar. Dia menyebut pihak yang menuduhkan itu dianggap tidak menggunakan akal sehatnya.

"Saya ingin menyatakan bahwa tuduhan yang disampaikan oleh mereka, Ratna Sarumpaet adalah kubu Jokowi yang ditanam di kubu Prabowo. Saya kira itu sudah kehilangan akal sehat," ujar Ace di Rumah Cemara Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/10).

Lebih lanjut, Ketua DPP Partai Golkar itu menyebut bahwa selama ini Ratna lebih menunjukan kedekatannya dengan kubu Prabowo. Di Pilpres 2014 pun demikian.

Sedangkan kepada pemerintahan Jokowi, Ratna cukup kritis. "Waktu Pilpres 2014 Ratna Sarumpaet ada di kubu sana (Prabowo) kok," sambungnya.

Ace mengungkapkan bahwa Pilkada 2012 tidak bisa dijadikan patokan untuk menuding kubu Jokowi di balik hoax Ratna. Mengingat kala itu Prabowo dengan Gerindra juga menjadi salah satu pengusung pasangan Jokowi-Ahok.

"2012 jelas, jangankan Ratna Sarumpaet, Prabowo saja mendukung Ahok kok dan dukung Jokowi tentunya," tukasnya.

(ce1/sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up