JawaPos Radar

Pergerakan Kawanan Gajah Liar di Riau Mulai Susah Ditebak

09/10/2018, 16:14 WIB | Editor: Budi Warsito
Pergerakan Kawanan Gajah Liar di Riau Mulai Susah Ditebak
Proses evakuasi anak gajah betina bernama Intan yang terluka karena jeratan babi di areal konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT RAPP wilayah Mandau, Siak, Riau, Kamis (13/9) lalu. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Pergerakan kawanan gajah liar di Riau tiap tahunnya sudah tidak menentu dan mulai susah  ditebak. Kabid Wilayah I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo mengatakan, siklus pergerakannya, bahkan terjadi sampai dua hingga tiga kali dalam setahun.

"Ini sudah sekian kalinya (dalam tahun ini). Pak Kadus di sana juga sering melaporkan ke kami," kata Hutomo di Pekanbaru, Selasa (9/10).

Menurut Hutomo, faktor utama perubahan siklus ini, dikarenakan sudah rusaknya habitat gajah dan perlintasannya. Semak belukar ataupun hutan yang dulunya dilalui gajah tempat mencari makan sudah berubah menjadi perkebunan.

Tak ayal, gajah yang menempuh perjalanan hingga beberapa puluh kilometer kembali lagi sebelum waktunya. "Belum waktunya pulang, sudah pulang lagi karena sumber makanannya sudah berubah jadi kebun," jelasnya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Kampar tiap tahunnya terus terjadi konflik antara gajah liar dengan manusia. Tak jarang, kawanan gajah itu merusak perkebunan sawit warga. 

Bahkan, baru-baru ini kawanan gajah disebut-sebut telah merusak sekitar 10 hektar kebun warga di Bencah Kulubi, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Aktivitas gajah ini, sangat merisaukan warga sekitar selama sepekan terakhir. Sebab, mereka memakan apa yang ada di sekitarnya.

Saat ini, tim dari BBKSDA Riau sudah turun ke lokasi. Tujuannya untuk menggiring kawanan gajah ke Taman Hutan Raya (Tahura) yang berdekatan dengan lokasi kebun warga.

Untuk saat ini, di kabupaten berjuluk Serambi Mekah itu masih terdapat satu kantong kawanan gajah. Jumlahnya bisa mencapai belasan ekor. Selain di Kampar, ada juga kantong lainnya yang terdapat di Giam Siak Kecil dan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN)

Giam Siak Kecil dan TNTN merupakan kantong gajah dengan anggota kawanan paling banyak. BBKSDA hingga kini mencatat 50 ekor gajah di Giam Siak Kecil dan sekitar 40 ekor gajah di TNTN.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up