JawaPos Radar

Pahami Jenis Obat Tangkal Penyakit Kaki Gajah dan Efek Sampingnya

09/10/2018, 14:52 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
penyakit kaki gajah, obat penyakit kaki gajah, filariasis,
Pahami jenis obat untuk hindari kaki gajah dan efek sampingnya. (Dok. Kemenkes)
Share this image

JawaPos.com - Bulan Oktober diketahui sebagai bulan eliminasi penyakit kaki gajah (BELKAGA). Untuk itu, seluruh penduduk yang berusia antara 2-70 tahun dan tinggal di wilayah endemis penyakit kaki gajah atau filariasis akan diingatkan untuk meminum obat pencegahan.

Lewat Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis, masyarakat harus minum 1 dosis setiap tahun selama 5 tahun berturut-turut. Apa saja sih obat yang harus diminum untuk mencegah penyakit tersebut?

Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria (mikrofilaria) yang dapat menular oleh perantara nyamuk sebagai vektor. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tak mendapat pengobatan akan menimbulkan cacat menetap seumur hidup berupa pembesaran bagian tubuh. Hal itu tentu akan menimbulkan efek psikologis bagi penderita dan keluarganya.

"POPM harus dilaksanakan selama lima tahun berturut-turut. Apalagi di wilayah endemis," papar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2TVZ) Kementerian Kesehatan, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, dalam paparan tertulisnya.

Obat pencegah penyakit kaki gajah yang diberikan pada POPM, terdiri dari kombinasi tablet Diethylcarbamazine (DEC) 100 mg dan tablet Albendazole 400 mg. Dosisnya pun berbeda-beda.

Dosis Anak dan Dewasa

Adapun dosisnya untuk usia 2-5 tahun adalah 1 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole; usia 6-14 tahun mendapat 2 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole; dan bagi yang berusia di atas 14 tahun mendapat 3 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole.

"Selain membunuh cacing filaria, obat ini mampu membunuh cacing lainnya, sehingga dengan minum obat justru kita mendapat manfaat ganda, karena selain mencegah filaria, juga mencegah kecacingan. Yang perlu diperhatikan adalah obat diminum sesudah makan, dan dianjurkan diminum di depan petugas kesehatan'', ungkapnya.

Kementerian kesehatan mengharapkan agar semua pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung dan mengupayakan agar jangan sampai ada masyarakat yang terlewat atau menolak untuk tidak minum obat pencegah kaki gajah. Pengobatan ini dinilai sangat aman.

Efek Samping

Meski jarang terjadi, namun terkadang muncul reaksi pasca pengobatan seperti sakit kepala, demam, mual/muntah, atau mudah mengantuk, yang berlangsung selama tiga hari dan dapat sembuh tanpa diobati. Namun, bila ada keluhan lain yang terjadi, segara hubungi tenaga kesehatan di Puskesmas terdekat.

''POPM ini sangat penting untuk dilaksanakan oleh setiap orang di wilayah sasaran, karena POPM bersifat perlindungan bagi perorangan'', tandasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up