JawaPos Radar

Status Tersangka Nelayan Penangkap Kepiting Dicabut

09/10/2018, 14:48 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Nelayan Tersangka
Penyerahan berkas perkara nelayan penangkap kepiting di Kantor DKP DIJ, Selasa (9/10). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penanganan kasus penangkapan kepiting berlanjut. Pelakunya adalah Tri Mulyadi, 32, nelayan Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Penyidik Ditpolair Polda DIJ telah melimpahkan berkas perkara ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIJ.

Kasi Penindakan Ditpolair Polda DIJ Kompol Fajar Pamuji mengatakan, berkas perkara sebenarnya sudah siap dilimpahkan ke kejaksaan. "Tapi dari hasil gelar perkara, kasus ini kami limpahkan ke DKP. Penanganan lebih lanjut oleh DKP," kata Fajar di Kantor DKP DIJ, Selasa (9/10).

Kini, penindakan sepenuhnya dilakukan DKP DIJ. Namun tetap berkoordinasi dengan Koordinator Pengawas (Korwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Polda DIJ. "DKP yang nanti menentukan langkah lebih lanjut," ucap Fajar.

Kepala DKP DIJ Bayu Mukti Sasongka mengatakan, pelimpahan berkas ini artinya kasus tak dilanjutkan. Namun akan dikenakan unsur pembinaan supaya yang bersangkutan tak kembali melakukan tindakannya.

"Pembinaan bisa sanksi sosial. Misal nyetrum di sungai dapat satu kilogram (ikan), maka harus melepas 10 kilogram. Ada sanksi adat di suatu daerah seperti itu. Biar nanti hukum adat," terang Bayu.

Sementara itu, Kepala Seksi Sumber Daya Ikan (SDI) DKP DIJ Supanto menambahkan bahwa status tersangka di Ditpolair Polda DIJ juga dicabut. "Prinsip urusan di sana selesai dan diserahkan ke dinas teknis dalam hal ini PPNS DKP," imbuhnya.

Untuk diketahui, Tri Mulyadi melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 45/2009 tentang Perikanan. Kemudian dijabarkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2015 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Ranjungan.

Dalam aturan itu disebutkan, kepiting yang boleh ditangkap hanya dengan berat di atas 200 gram per ekor, dengan lebar cangkang di atas 15 sentimeter. Ia terancam hukuman denda maksimal Rp 200 juta.

Tri Mulyadi ditetapkan tersangka pada pertengahan Agustus lalu oleh Ditpolair Polda DIJ. Karena menangkap kepiting dengan berat di bawah 200 gram di Muara Sungai Opak dekat rumahnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up