JawaPos Radar

Pemanfaatan Bendungan Sermo Belum Maksimal

09/10/2018, 14:21 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Bendungan Sermo
PENGAIRAN: Potensi di Bendungan Sermo belum tergarap maksimal. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), memiliki Bendungan Sermo. Tepatnya di Kecamatan Kokap. Namun pemanfaatan bendungan tersebut belum maksimal. Padahal sumber daya yang ada tergolong cukup besar.

Koodinator Lapangan Unit Monitoring Bendungan Sermo, Novika Prabowo mengatakan, bendungan tak hanya dimanfaatkan untuk irigasi. Tapi airnya juga dikelola untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Saat ini, PDAM milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo baru memanfaatkan 55 liter per detik. Sedangkan Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) selaku pengelola Bendungan Sermo mampu memenuhi 150 liter per detik selama 24 jam. "Sekarang baru 55 liter per detik saja. Itupun pengoperasiannya belum 24 jam," kata Novika.

Selain pemanfaatan kebutuhan PDAM, juga di sektor pariwisatanya. Untuk bidang ini diperlukan kerja sama dengan instansi terkait. Misalnya dengan dinas pariwisata kabupaten atau provinsi.

Namun sampai kini, sektor tersebut belum digarap secara serius. Sektor wisata di Bendungan Sermo pun baru sekadarnya saja. "Pariwisata di sini belum ada," ucapnya.

BBWSO sudah melakukan persiapan jika memang periwisat di Bendungan Sermo akan digarap secara serius. Seperti dengan menyediakan spot-spot yang bisa dipakai untuk wisata. "Kami hanya sebatas itu," pungkasnya.

Untuk diketahui, Bendungan Sermo digunakan untuk irigasi suplesi. Air dari bendungan bersumber dari Sungai Ngrancah, Sungai Gelo, Sungai Lurung, dan Sungai Bengkok.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up