JawaPos Radar

Bendungan Sermo Siap Alirkan Air ke 3.500 hektare Lahan Pertanian

09/10/2018, 14:03 WIB | Editor: Dida Tenola
Bendungan Sermo Siap Alirkan Air ke 3.500 hektare Lahan Pertanian
Bendungan Sermo di Kabupaten Kulon Progo, DIJ dipersiapkan untuk mengairi 3.500 hektare lahan pertanian. (Ridho Hidayat/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Bendungan Sermo saat ini mulai mempersiapkan pengairan untuk Masa Tanam Pertama (MT 1). Saluran bendungan yang terletak di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) itu akan dibuka bulan depan. Nantinya bendungan itu akan mencukupi kebutuhan air di lahan seluas 3.500 hektare.

Koodinator Lapangan Unit Monitoring Bendungan Sermo di bawah Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) Novika Prabowo Andrianto mengatakan, persiapan dilakukan sejak Agustus hingga bulan ini pada masa MT 3. "MT 3 kami tidak membuka saluran pengairan ke lahan warga, karena tidak diperlukan. Karena MT 3 tanamannya palawija," katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (9/10).

Novika menambahkan, Bendungan Sermo merupakan sistem irigasi suplesi atau tambahan. Selama ini, lahan petani bergantung pada aliran Kali Bawang yang mampu memenuhi kebutuhan air seluas 7.152 hektare. “Kebetulan aliran Kali Bawang tahun ini sedang ada perbaikan, jadi kami yang memenuhi pengairan lahan warga," tambahnya.

Bendungan Sermo Siap Alirkan Air ke 3.500 hektare Lahan Pertanian
Infografis kekringan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta. (Kokoh Praba Wardani/ JawaPos.com)

Sebagai sistem irigasi suplesi, Bendungan Sermo bisa mencukupi kebutuhan air bagi lahan pertanian warga Kulon Progo seluas 3.500 hektare."Kalau aliran Kali Bawang sedang diperbaiki atau tak mencukupi, baru kami yang menyuplai,” lanjutnya.

Karena alasan itulah, secara visual, air di Bendungan Sermo tampak menurun drastis. Penurunan debit air itu bukan karena kekeringan. Melainkan untuk mengairi lahan pertanian warga.

Bendungan, lanjut Novika, sempat dibuka pada April lalu untuk saluran irigasi. "April sampai Juli lalu juga sempat dibuka. Memang muncul banyak kabar kalau Bendungan Sermo airnya menurun drastis musim kemarau ini. Tapi kalau kenyataannya, belum terlalu parah," terang Novika.

Novika memaparkan, bulan ini ketinggian air berada di angka 123,99 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara batas minimal ketinggian air, normalnya berada di angka 122,09 mdpl. "Masih lebih parah pada 2006 lalu selepas bencana gempa. Saat itu mencapai 116 mdpl. Itu paling parah. Sekarang masih normal," paparnya.

Salah seorang warga di sekitar Bendungan Sermo, Basari, 47 menilai, turunnya debit air di Bendungan Sermo saat ini adalah yang paling ekstrem. "Surutnya 15 meter mungkin dari biasanya," ucap laki-laki yang tinggal di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap itu.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up