JawaPos Radar

Minat Investor Pasar Uang Di Negara Berkembang Meredup

09/10/2018, 13:44 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Minat Investor Pasar Uang Di Negara Berkembang Meredup
Kenaikan suku bunga AS dan apresiasi Dolar memukul negara dengan defisit transaksi berjalan dan uang luar negeri. (Radar Bromo / Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Pergerakan nikai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah memasuki pekan perdagangan baru dalam tekanan jual yang semakin besar. Mengutip Yahoofinance, saat ini ruang gerak Rupiah lemah di level 15.220 per dolar AS.

Analis Forextime Lukman Otunuga mengatakan, kurs Rupiah merosot ke level terendah baru dalam dua dekade terhadap Dolar AS di level 15.248.

Menurutnya, berbagai faktor menyebabkan sentimen investor terhadap pasar berkembang semakin meredup dalam beberapa pekan terakhir, termasuk perkembangan situasi dagang, ekspektasi kenaikan suku bunga AS, dan apresiasi Dolar. 

“Walaupun depresiasi signifikan Rupiah sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, namun dampak negatifnya dapat merambat ke ekonomi Indonesia,” ujarnya Selasa (9/10).

Lukman mengimbau, perlu diperhatikan bahwa penurunan signifikan kurs Rupiah dapat memberi tekanan semakin besar terhadap utang luar negeri Indonesia. 

“Kenaikan suku bunga AS dan apresiasi Dolar memukul negara dengan defisit transaksi berjalan dan uang luar negeri, sehingga Rupiah Indonesia tetap berada di posisi yang tidak menggembirakan,” tuturnya.

Lukman menambahkan, ekspektasi semakin besar bahwa Bank Indonesia akan meningkatkan suku bunga di kuartal ini guna menolong Rupiah dan menghambat arus keluar modal. Meskipun demikian, langkah ini mungkin tidak terlalu membantu Rupiah, terutama meninjau bahwa BI sudah meningkatkan suku bunga sebanyak lima kali sejak pertengahan Mei tahun ini.

Menurutnya, Investor akan tetap sangat memperhatikan rilis data penjualan ritel bulan Agustus yang dapat memberi wawasan mengenai keadaan ekonomi Indonesia. Data penjualan ritel yang baik dapat meningkatkan sentimen terhadap ekonomi Indonesia dan mendukung Rupiah, namun peningkatan akan tetap terancam oleh faktor eksternal.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up