JawaPos Radar

7,7 Ribu Hektare Lahan di Sumsel Terbakar

09/10/2018, 12:53 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kebakaran Hutan dan Lahan
KARHUTLA: Operasi satgas udara melakukan waterboombing. (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus melanda Sumatera Selatan (Sumsel). Periode Januari-Agustus 2018, setidaknya sudah ada 7,7 ribu hektare lahan yang terbakar. Demikian menurut data Dinas Kehutanan Sumsel berdasarkan citra satelit.

"Untuk daerah yang luasan terbakarnya paling besar di OKI," kata Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori saat dihubungi JawaPos.com di Palembang, Selasa (9/10).

Menurut Ansori, luasan lahan yang terbakar akan terus bertambah. Sebab saat ini masih ada beberapa lahan terbakar yang belum dapat dipadamkan. Seperti di OKI, Banyuasin, dan Muara Enim.

Hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir belum merata. Sehingga masih perlu dilakukan waterboombing serta pemadaman yang dilakukan satgas darat. "Kami harap curah hujan terus meningkat sehingga hujan pun dapat merata di Sumsel," ucap Ansori.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan bahwa kebakaran di Sumsel telah menghanguskan ribuan hektare lahan. Di Kabupaten Banyuasin saja terdapat 125 hektar lahan terbakar. Kemudian di Padamaran ada 100 hektare lahan terbakar. "Ini lahan korporasi, belum lagi lahan warga. Mungkin sudah ribuan hektare terbakar," ujar Zulkarnain.

Polisi telah menangkap 7 orang terduga pembakar hutan dan lahan serta 2 dari korporasi. Dari keterangan para tersangka, mereka melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Jadi saat musim hujan sudah dapat langsung ditanami. "Saya pastikan proses hukum akan terus berjalan. Lahan yang terbakar ini diberikan garis polisi," tandas Zulkarnain.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up