JawaPos Radar

Timnas Indonesia

Lupakan Rivalitas Klub, Saatnya Bersatu Membawa Panji Indonesia

09/10/2018, 12:26 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Timnas Indonesia, Irfan Jaya, Persebaya Surabaya
Irfan Jaya saat melakoni latihan bersama Timnas Indonesia (Alit Binawan/Radar Bali)
Share this image

JawaPos.com - Rivalitas klub memang menjadi bumbu dalam sebuah kompetisi, termasuk di Liga 1. Namun, hendaknya itu hanya terjadi di dalam lapangan. Di luar lapangan tetap berhubungan baik dan bahkan bersatu membawa panji Indonesia dalam balutan Timnas.

Itu yang kini dilakukan oleh sejumlah penggawa klub-klub di Liga 1 dan mendapat panggilan Timnas Indonesia. Agenda laga Timnas bergulir setelah Liga 1 'disibukkan' dengan duel klasik di antaranya Persib Bandung melawan Persija Jakarta (23/9) dan Arema FC menjamu Persebaya (6/10).

Beberapa penggawa dari klub yang terlibat dalam duel klasik tersebut sudah menunjukkan bahwa rivalitas itu telah berakhir dan hanya sebatas di lapangan serta di level klub. Hal itu terlihat dalam sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (8/10) pagi. Komunikasi antarpemain terlihat cair. Mereka saling tegur sapa meski beberapa hari sebelumnya terlibat duel panas.

Salah satunya adalah Irfan Jaya dan Alfin Tuasalamony. Keduanya baru saja berhadapan pada laga tensi tinggi di Malang, Sabtu (6/10). Nah, rivalitas itu tak terlihat lagi. Irfan yang merasa 'junior' sangat menghormati Alfin yang sudah lama berseragam Timnas. Keduanya juga tidak segan untuk saling menolong ketika salah satu diantarnya ada yang terjatuh di lapangan.

Irfan mengatakan, sudah melupakan rivalitas yang terjadi antara klubnya, Persebaya, dengan klub Alfin, Arema FC. "Pemain itu harus saling respek, rivalitas itu hanya 90 menit di atas lapangan. Selebihnya, kami tetap bersaudara," beber Irfan.

Irfan menerangkan, tidak ada satu pun pemain membawa identitas klubnya saat sudah mengenakan kostum Timnas. Semuanya melebur jadi satu. "Kami di sini untuk Indonesia. Kami sudah bukan dari klub-klub lagi. Kami bawa nama negara di sini, harus respek satu sama lain," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan pemain naturalisasi Esteban Vizcarra. Meski ini merupakan debutnya berlatih bersama Timnas, pemain lainnya sangat terbuka dan menerimanya dengan baik. "Ya adaptasi bagus. Semua pemain di sini pernah saya lawan dan ajak bicara ketika di liga. Jadi semua kenal dan baik. Semua saling bantu, tidak ada perbedaan," tuturnya.

(rid/bas)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up