JawaPos Radar

BNNP Jatim Musnahkan 5,8 Kg Sabu-sabu yang Dikendalikan Mantan TKI

09/10/2018, 11:40 WIB | Editor: Dida Tenola
BNNP Jatim Musnahkan 5,8 Kg Sabu-sabu yang Dikendalikan Mantan TKI
Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menunjukkan barang bukti sabu-sabu sebelum dimusnahkan ke dalam incenerator. (Akhmad Rizal/ Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim memusnahkan 5,8 kg sabu-sabu, Selasa (9/10). Serbuk haram tersebut merupakan barang bukti yang diamankan dari tangan para pelaku mulai Juli hingga September.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menjelaskan, total ada 15 tersangka yang diringkus selama kurun waktu tiga bulan. Mereka ditangkap di 8 TKP yang berbeda. Dari tangan para pelaku itulah, sabu-sabu diamankan. ”Ada yang ditangkap di Madiun, Malang, Sidoarjo, hingga Surabaya,” jelas Bambang kepada awak media.

Jenderal bintang satu itu melanjutkan, para pelaku memasok sabu-sabu melalui jalur darat. Sabu-sabu itu dikirim dari Riau. ”Mereka tahu kalau dikirim lewat udara (pesawat, Red) sudah tercium. Makanya mereka naik bus, berperilaku seperti TKI yang baru pulang dari luar negeri,” lanjutnya.

BNNP Jatim Musnahkan 5,8 Kg Sabu-sabu yang Dikendalikan Mantan TKI
15 tersangka jaringan sabu-sabu yang ditangkap BNNP Jatim. (Akhmad Rizal/ Jawa Pos)

Para tersangka memang sudah hafal dengan kondisi jalan trans Sumatera menuju ke Jawa. Sebelumnya mereka adalah TKI. Hal itu diperkuat dengan temuan paspor yang saat mereka digeledah.

Bambang mengatakan, saat berhenti jadi TKI, para tersangka tergiur untuk mengedarkan sabu-sabu. Pola peredarannya mudah ditebak. Ada tersangka yang berperan untuk menjemput barang ke Riau.

Lalu ada yang bertugas untuk mengirimnya sampai ke Jawa Timur. Setibanya di Jawa Timur, ada lagi pelaku yang bertugas untuk mengambil sabu-sabu. ”Imbalannya Rp 10-20 juta. Para pelaku ini sadar sepenuhnya bahwa potensi (keuntungan) mengedarkan sabu-sabu cukup besar,” kata mantan Kepala BNNP Papua tersebut.

Barang bukti sabu-sabu yang dimusnahkan ke alat incenerator itu sebenarnya belum inkracht. Namun lembaga anti madat itu tetap menyisikan sebagian sabu-sabu untuk kepentingan di persidangan. ”Ini disisikan karena kami takut kalau kelamaan ada yang nitil. Kalau pelakunya sudah ditetapkan tersangka semua,” ujarnya.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up