JawaPos Radar

Resmi Melantai Di Bursa, Dua Emiten Ini Langsung Kena Autorejection

09/10/2018, 10:43 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Resmi Melantai Di Bursa, Dua Emiten Ini Langsung Kena Autorejection
Dua emiten ini kena autoreject usai IPO di BEI, Selasa (9/10). (Romys Binekasri/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) dan PT Propertindo Mulia Investama Tbk (MPRO) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Sehingga jumlah emiten saat ini menjadi 41 dan 42 perusahaan tercatat.

HK Metals Utama melepas sahamnya sebanyak 1.021.740.00 lembar dengan harga penawaran Rp 230 per lembar saham. Sehingga melalui IPO tersebut perseroan mengharapkan dana segar senilai Rp 235 miliar.

Sedangkan, MPRO diketahui melepas sebanyak 1.492.500.000 lembar saham. Dalam aksi korporasi ini perusahaan yang bergerak dalam bidang properti ini mengantongi dana segar sekitar Rp 164,15 miliar.

Dalam debut perdananya, saham HKMU langsung melejit 49,57 persen di harga Rp 344 per lembar saham. Di level itu saham HKMU sudah ditransaksikan sebanyak 37.006 lot senilai Rp 1,27 miliar dalam 28 kali transaksi.

Sementara, saham MPRO tercatat menguat 77 poin atau 70 persen dari harga penawaran Rp 110 ke level Rp 187 per saham. Di level itu saham ini sudah ditransaksikan sebanyak 219 lot senilai Rp 4,1 juta dengan 4 kali transaksi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, BEI menyambut baik bergabungnya kedua perusahaan ini dan mengimbau agar selalu mengikuti peraturan dengan berkomitmen memberikan secara konsisten informasi publik.

"Mulai saat ini kedua perseroan sudah dan telah memasuki publik arena. Di mana publik regulator dan stakeholder akan selalu melakukan monitoring atas performance dan progress," kata di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (9/10/).

PT HK Metals Utama Tbk, rencananya dana hasil IPO akan digunakan untuk penyertaan modal entitas anak dan sisanya akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan dan entitas anak.

Perusahaan menargetkan pendapatan di tahun ini bisa mencapai Rp 935 miliar, tumbuh 88 persen dibandingkan dengan penjualan di tahun lalu. Untuk laba bersih bisa berjumlah sebesar Rp 82 miliar. Sementara itu, di tahun depan perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 40 persen untuk penjualan dan laba bersih dipatok bisa tumbuh 12 persen -13 persen.

PT Propertindo Mulia Investama Tbk mengincar dana sekitar Rp 164,17 miliar. Berperan sebagai penjaminan pelaksana emisi efek adalah PT Evergreen Sekuritas Indonesia dan PT Erdikha Elit Sekuritas.

Dari hajatan ini, perusahaan mengincar dana sekitar Rp 164,17 miliar. Berperan sebagai penjaminan pelaksana emisi efek adalah PT Evergreen Sekuritas Indonesia dan PT Erdikha Elit Sekuritas.

Propertindo Mulia akan menggunakan 80 persen dana hasil IPO untuk penyertaan modal anak usaha. Sisanya sebesar 15 persen untuk mendanai pembangunan apartemen dan 5 persen sisanya untuk modal kerja.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up