JawaPos Radar

Anak-Anak Korban Bencana Jalani Terapi di Tenda Pengungsian

09/10/2018, 09:51 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Gempa Donggala
PSP PMI melakukan kegiatan play theraphy dengan berbagai kegiatan di tenda-tenda pengungsian korban becana di Desa Sibado, Kecamatan Sirenja, Donggala. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Gempa bumi dan Tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) telah 12 hari berlalu. Kini, bencana yang melanda masih menyisakan rasa trauma mendalam bagi warga yang berada di tiga daerah. Yakni, Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.

Berdasarkan informasi dari Palang Merah Indonesia (PMI), masyarakat terdampak bencana di tiga wilayah itu masih merasakan trauma. Terutama anak anak. Kondisi mereka cukup memprihatinkan. Selain harus meninggalkan bangku sekolah, anak-anak juga harus tidur di tenda pengungsian. Untuk menangani mereka, PMI bergerak melakukan pelayanan Psikososial Support Program (PSP).

Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat Arifin M Hadi mengatakan, langkah itu penting untuk memulihkan kondisi trauma psikologis korban bencana. "Kami telah melakukan trauma healing untuk kelompok rentan sesuai dengan hasil kaji cepat (Rapid Assesment) yang sebelumnya telah dilakukan tim Psikososial Support Program (PSP) PMI," kata Arifin melalui keterangan resmi yang diterima JawaPos.com di Makassar, Selasa (9/10).

Gempa Donggala
PSP PMI melakukan kegiatan play theraphy dengan berbagai kegiatan di tenda-tenda pengungsian korban becana di Desa Sibado, Kecamatan Sirenja, Donggala. (Istimewa)

Tim dukungan PSP PMI juga telah melakukan kegiatan play theraphy dengan berbagai bentuk kegiatan. Penanganan dilakukan di tenda-tenda pengungsian korban terdampak bencana. Salah satunya di Desa Sibado, Kecamatan Sirenja, Donggala.

Sedikitnya ada 500 kepala keluarga yang menempati pengungsian di lokasi tersebut. Bahkan tidak sedikit warga yang masih bertahan di pegunungan akibat trauma kembali ke rumah masing-masing. "Misalnya bernyanyi bersama, menggambar, dan mengucapkan salawat bersama. Tujuan utamanya agar anak-anak menemukan kembali keceriaan," ucapnya.

Layanan PSP PMI adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial individu maupun masyarakat. Harapannnya agar tetap berfungsi optimal pada saat mengalami krisis dalam situasi bencana.

Kepala Sub Tanggap Darurat dan Pemulihan PMI Pusat Ridwan S Carman menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan pelayanan terpadu. Mulai dari pelayanan dukungan psikososial, kesehatan, distribusi logistik. "Tidak kalah pentingnya yang kami fokuskan hari ini pelayanan distribusi air bersih dan Water, Sanitation and Hygiene (WASH)," tambahnya.

Selain itu, posko layanan pemulihan hubungan keluarga, Restoring Familiy Link (RFL) masih terus dibuka. Informasi atau data yang dilaporkan masyarakat terdampak melalui laman/website familylinks.icrc.org/indonesia. Atau bisa datang langsung ke Posko PMI di Markas PMI Kota Palu, Jalan R.A Kartini No.20, Kota Palu, Sulteng.

(rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 09/10/2018, 09:51 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 09/10/2018, 09:51 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 09/10/2018, 09:51 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 09/10/2018, 09:51 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 09/10/2018, 09:51 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 09/10/2018, 09:51 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 09/10/2018, 09:51 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up