JawaPos Radar

Pangkas Antrean Haji, CJH Sakit Permanen Bisa Diganti Oleh Ahli Waris

09/10/2018, 09:47 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pangkas Antrean Haji, CJH Sakit Permanen Bisa Diganti Oleh Ahli Waris
Ilustrasi: CJH yang mengalami sakit permanen nantinya porsi hajinya dapat dilimpahkan ke ahli waris. Ketentuan ini sedang dikaji oleh Kemenag. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) berupaya memangkas antrean haji. Langkahnya membuat terobosan baru. Sebelumnya bagi calon jamaah haji (CJH) yang meninggal dunia dapat digantikan ahli waris. Hal serupa bakal diberlakukan untuk CJH yang sakit permanen.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali mengatakan, ketentuan itu bakal dikaji secara khusus. Menurut dia, ide untuk membikin aturan baru tersebut merupakan respons dari tingginya animo masyarakat untuk pergi haji.

Apalagi, aturan mengenai pelimpahan nomor porsi CJH yang meninggal mendapat sambutan positif dari masyarakat. Karena itu, muncul rencana menerapkan aturan yang sama untuk CJH yang sakit permanen.

Pangkas Antrean Haji, CJH Sakit Permanen Bisa Diganti Oleh Ahli Waris
Ilustrasi: CJH yang mengalami sakit permanen nantinya porsi hajinya dapat dilimpahkan ke ahli waris. Ketentuan ini sedang dikaji oleh Kemenag. (Sutrisno/Radar Banjarmasin/Jawa Pos Group)

Seperti diketahui, nomor porsi adalah nomor yang diberikan Kemenag kepada CJH yang telah membayar biaya awal haji sebesar Rp 25 juta. Berbekal nomor porsi, perkiraan keberangkatan bisa diketahui. Untuk CJH yang mendapat nomor porsi pada 2017, misalnya, diperkirakan berangkat 20 tahun lagi.

Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Kemenag Noer Alya Fitra menerangkan, data sampai 8 Oktober, ada 457 permintaan penggantian CJH meninggal. "Paling banyak berasal dari Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah 87 jamaah," katanya. Kemudian, disusul Jawa Timur (81 jamaah), Jawa Barat (71 jamaah), Sumatera Utara (26 jamaah), dan Aceh (22 jamaah).

Dia mengakui, skema pelimpahan atau penggantian nomor porsi mendapat respons positif dari masyarakat. ''Karena dinilai memenuhi aspek keadilan,'' katanya di Jakarta kemarin (8/10). CJH yang meninggal bisa dilimpahkan atau digantikan kepada ahli waris yang disepakati keluarga.

(wan/c6/oni)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up