JawaPos Radar

Warga Berhamburan, Jelang Subuh Sulteng Dihajar Gempa Susulan 5,2 SR

09/10/2018, 09:33 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Gempa Sulteng
Sejumlah relawan saat mengevakuasi sejumlah jenazah korban gempa dan tsunami di Sulteng. (ACT for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gempa susulan terus terjadi di wilayah Sulawesi Tengah. Sebelumnya pada Jumat (28/9) lalu, daerah tersebut telah dihantam lindu berkrkuatan 7,4 skala richter (SR) yang disertai tsunami dan menewaskan ribuan jiwa.

Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) menyebut sekitar pukul 04.15 WITA, terjadi gempa susulan dengan kekuatan 5,2 SR.

"#Gempa Mag:5.2, 09-Oct-18 04:15:47 WIB, Lok:0.89 LS,119.93 BT (5 km TimurLaut PALU-SULTENG), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam akun twitter resminya, Selasa (9/10).

Pantauan JawaPos.com yang berlokasi di Palu Selatan, masyarakat berhamburan ke jalan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan banyak warga yang akhirnya memilih tidur di luar rumah

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa susulan terus terjadi di wilayah Sulawesi Tengah. Namun frekuensi dan gempa susulan yang terjadi semakin mengecil.

"Kita lihat bagaimana besarannya, frekuensinya nampaknya semakin meluruh, baik magnitudonya maupun jumlah frekuensinya," kata Sutopo di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Senin (8/10).

Frekuensi dan kekuatan gempa susulan yang kian mengecil itu, kata Sutopo, menandakan sistem sesar Palu Koro pergerakannya semakin normal. Karena gempa susulan itu, menunjukkan proses keseimbangan sebuah sesar gempa.

"Jadi itu menandakan sistem sesar Palu Koro menuju ke proses keseimbangan, sistem alam, pasti ada kejadian-kejadian itu," jelas Sutopo.

Diketahui, Gempa diawal hingga Jumat (8/9) telah mengakibatkan 1.948 orang meninggal dunia. Sebanyak 835 orang hilang dan 10.679 orang luka berat. Tercatat pula 74.444 warga mengungsi di 147 titik.

Akibat bencana itu sebanyak 65.733 rumah dan 2.736 sekolah rusak. Lalu, terdapat 7 fasilitas kesehatan rusak berat, terdiri dari 1 rumah sakit dan 6 puskesmas.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up