JawaPos Radar

Banyak Jenazah Masih Tertimbun, Ini Usulan LDII

09/10/2018, 05:50 WIB | Editor: Estu Suryowati
Banyak Jenazah Masih Tertimbun, Ini Usulan LDII
ILUSTRASI Gempa Donggala dan Palu. Proses evakuasi harus menimbang mudharat dan manfaatnya. Jangan sampai proses evakuasi dipaksakan dan malah membayakan petugas. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Senin (8/10) merilis masih ada 152 korban bencana di Palu dan sekitarnya yang tertimbun tanah. Lantas bagaimanakah penanganan jenazahnya?

Menurut Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bidang Pendidikan Agama dan Dakwah Chriswanto Santoso, pemerintah harus melakukan kajian terlebih dahulu mengenai keamanan tanah yang menelan rumah sakaligus penduduk tersebut.

"Tanah tersebut aman atau tidak untuk dilakukan upaya evakuasi," katanya di sela paparan persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII di Jakarta, Senin (8/10).

Cris, begitu dia akrab disapa, mengatakan jangan sampai proses evakuasi dipaksakan dan malah membahayakan petugas. Misalnya evakuasi menggunakan alat berat, jangan sampai alat beratnya ikut-ikutan ditelan bumi.

"Jangan-jangan alat berat jika dibawa ke titik tersebut akan amblas. Ini kan membahayakan," tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan jenazah yang tertimbun bangunan, tetapi masih ada di permukaan tanah, seharusnya dievakuasi. Sebab proses evakuasinya tinggal menyingkirkan bangunan-bangunan yang roboh. Tetapi proses evakuasi jenazah yang ditelan bumi tidak bisa dilakukan dengan mudah.

Sesuai dengan kaidah fiqih, dia mengatakan, proses evakuasi harusnya dinilai dari mudharat (manfaat negatif) dan manfaat positifnya. Jika sama-sama bakal menghasilkan mudharat, maka diambil mudharat yang paling kecil.

Contohnya jika jenazah yang tertimbun itu diangkat, berpotensi menimbulkan penyakit dan membayakan petugas evakuasi, maka sebaiknya dibiarkan tertimbun. Rekapitulasi dari BNPB menyebutkan korban jiwa gempa Palu dan sekitarnya mencapai 1.763 orang.

Dari jumlah tersebut 885 jenazah yang sudah dikubur secara masal. Kemudian ada 2.638 korban luka. Selain itu sebanyak 265 korban dinyatakan hilang.

(wan/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up