JawaPos Radar

Setelah Dibekuk Polisi, Pelaku Curanmor Sungkem Korbannya

08/10/2018, 22:50 WIB | Editor: Budi Warsito
Setelah Dibekuk Polisi, Pelaku Curanmor Sungkem Korbannya
Muhammad Imron alias Baron 36, warga Purwodadi, Pasuruan sungkem ke pemilik mobil yang dicurinya. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) menangkap dua anggota komplotan pencurian kendaraan bermotor. Mereka Muhammad Imron alias Baron 36, warga Purwodadi, Pasuruan dan Moch Sholikin 32, warga Jalan Kolonel Sugiono, Kedung Kandang, Malang.

Wadir Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Juda Nusa Putra mengatakan, Baron merupakan otak dari komplotan tersebut. Tak hanya sebagai pimpinan, Baron juga berperan sebagai penadah dari tiap hasil curian anggota komplptan lainnya.

"Baron selalu menjual hasil curiannya ke Madura. Saat kami tangkap, beberapa hasil curian sudah dijual. Sedangkan dua mobil curian masih dalam penguasaan Baron di rumahnya saat kami meringkusnya," kata Juda di Mapolda Jawa Timur, Senin (8/10).

Saat merilis kasusnya dihadapan awak media, korban bernama Bagus Wilantoro, 41, warga Jalan Atletik Tasikmadu, Malang juga ikut hadir.
Dalam kesempatan itu, Bagus sempat memamparkan kronologis musibah yang menimpanya. Dia menuturkan, kejadian berawal saat dia akan mengganti baju anaknya.

Saat itu, masih pukul 03.00 dini hari. Anaknya itu memang kerap terbangun karena gerah. Saat sedang sibuk memakaikan baju anaknya, Bagus lalu mendengar ada suara dari lahan kosong di depan rumahnya. Bagus lalu teringat dengan mobilnya. Dia mengaku selalu memarkir mobilnya di sana.

Ketakutannya terjawab. Bagus sudah tidak melihat keberadaan mobilnya yang terparkir saat mengecek keluar. Dia juga mengaku tidak mendengar suara mobilnya saat digondol Imron dan Sholikin

"Pas mengganti baju anak saya, ada suara, kratak. . .kratak. . . kayak preseneling salah masuk. Tapi saya enggak dengar ada suara mobil saya," tutur Bagus

Kini, hatinya lega karena sudah mendapatkan kembali mobil Suzuki Vitara warna hijau miliknya. Ditanya, apakah memaafkan tersangka, Bagus hanya diam.

Dia hanya mengucapkan terima kasih kepada Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur karena sudah bertindak cepat saat melapor di Polres Malang. "Saya berterima kasih kepada jajaran Polda Jawa Timur. Hanya, dua minggu, mobil saya sudah kembali," kata Bagus.

Kesempatan yang sama, Imron alias Baron, nampak tergerak hatinya saat mendengar penuturan Bagus. Dia langsung meminta izin anggota Jatanras agar diberi waktu bersalaman kepada korban.

Baron tak banyak melontarkan kata-kata. Meski malu, dia memberanikan diri meminta maaf kepada korban usai menggasak mobilnya. "Saya minta maaf pak. Tidak akan saya ulangi lagi," kata Baron singkat.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up