JawaPos Radar

Buka Rakernas IWAPI, Jokowi Sebut Pengusaha Wanita Lebih Perhitungan

08/10/2018, 22:44 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan sekaligus membuka rapat kerja nasional (Rakernas) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ke-28 di Hotel Grand Inna Padang, Sumbar, Senin (8/10). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ranah Minang disambut ribuan perempuan. Bahkan, Jokowi 'diserbu' kaum emak-emak saat berjalan menuju panggung utama pelaksanaan rapat kerja nasional (Rakernas) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ke-28 di Hotel Grand Inna Padang, Sumbar, Senin (8/10).

Ratusan emak-emak berdesakan untuk sekedar berswafoto dengan mantan Wali Kota Solo tersebut. Jokowi pun tampak melayani beberapa diantara emak-emak. Riuh emak-emak ini cukup membuat Paspampres kewalahan karena terus disesaki ibu-ibu.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, perempuan memiliki peran dan kontribusi besar dalam menghidupkan sektor perekomian Bangsa. Buktinya, dari 54,5 juta pengusaha di Indonesia, 49,9 juta adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan 60 persen dari jumlah itu merupakan pengusaha perempuan.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo diserbu emak-emak saat sampai di pusat Rakernas IWAPI di Padang. (Istimewa)

"Pengusaha perempuan punya kontribusi besar dalam memajukan sektor ekonomi. Perempuan lebih ulet, punya perhitugan matang dan ini menjadi modal dalam berdagang. Saya apresiasi pengusaha perempuan Indonesia," kata Jokowi dalam pembukaan Rakernas IWAPI ke-28 di depan 1.500 perempuan peserta Rakernas dari seluruh provinsi tanah air.

Pengusaha perempuan, lanjut Jokowi, lebih gigih dibandingan pengusaha laki-laki. Apalagi, kalau soal itung-itungan, terpaut seribu saja tidak mau. Namun, dengan sifat perhitungan itulah pengusaha perempuan lebih memiliki kemampuan dasar dalam menjalani usaha dan menjadi pengusaha sukses.

"Ini modal dasarnya. Kalau tidak mau perhitungan, jangan jadi pengusaha. Perempuan lebih teliti dalam menghitung cost-nya berapa, untungnya berapa, itu yang saya yakini," katanya.

Menurutnya, saat ini, banyak sekali dari UMKM yang dijalani oleh perempuan. Makin maju UMKM, berarti ekonomi Indonesia semakin maju. "Kita ingin dalam menghadapi persaingan ekonomi ke depan, Indonesia memiliki pengusaha-pengusaha perempuan. Terus berkembang dan terus berinvestasi," ujarnya.

Dari data McKinsey Global Institute, Indonesia akan menjadi negara terbesar ke-7 tingkat ekonominya pada 2030. Salah satu syaratnya adalah meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan yang akan menyumbangkan PDB Global sebesar USD 12 triliun pada 2025.

Menurut Jokowi, peningkatan ekonomi Indonesia terletak pada sektor investasi dan ekspor. Investasi sangat dibutuhkan untuk menghidupkan sektor-sektor usaha, terutama usaha kecil dan menengah.

"Pemerintah mendorong pengusaha untuk melakukan ekspor produknya ke luar negeri. Banyak market yang belum kita coba seperti negara Afrika dan lainnya. Jangan berpikir dulu ekspor ke Amerika, lebih baik isi market yang sudah jelas dan belum tergarap," katanya.

Sementara itu, Ketua DPP IWAPI Nita Yudi mengatakan, pemerintah sangat mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan menurunkan pajak UMKM dari 1 persen menjadi 0,5 persen dari omset. Begitu juga dengan KUR yang terus turun dari 9 persen menjadi 7 persen.

"Kita apresiasi pemerintah yang telah berpihak kepada pengusaha kecil dan menengah. UMKM inilah yang menjadi basis kekuatan perekonomian rakyat dan negara," tegasnya.

Nita mengatakan, berdasarkan buku Madeline Albright sebagai Menteri perempuan pertama di USA menyebutkan, profit pengusaha perempuan 90 persen akan kembali kepada anaknya dan lingkungannya. Sementara, laki-laki hanya 30-40 persen kepada anak dan lingkungannya.

"Selain itu, silahkan dicek berapa kredit macet dari pengusaha perempuan. Bandingkan dengan laki-laki, akan sangat jauh berbeda," katanya.

Selain Presiden dan ribuan peserta, Rakernas IWAPI ke-28 juga dihadiri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Gubenur Sumbar Irwan Prayitno dan sejumlah kepala daerah pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin menuju 2019.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up