JawaPos Radar

Asian Para Games 2018

Terbentur Aturan Terkait Hijab, Pejudo Indonesia Didiskualifikasi

08/10/2018, 21:58 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Asian Para Games 2018, Miftahul Jannah, Indonesia, Hijab, Aturan Cabor Judo
ILUSTRASI: Pertandingan judo di Asian Para Games 2018. Pejudo Indonesia didiskualifikasi karena terbentur aturan di cabor judo terkait penggunaan hijab (Instagram asianpg2018)
Share this image

JawaPos.com - Atlet blind judo Indonesia, Miftahul Jannah gagal berlaga di pentas Asian Para Games 2018. Jannah terpaksa didiskualifikasi dari pertandingan karena terbentur aturan terkait hijab di cabor judo. Jannah menolak melepaskan hijab saat bertanding.

Jannah yang turun di kelas 52 kg blind judo sebenarnya sudah mendapat briefing terlebih dahulu mengenai aturan larangan menggunakan hijab saat bertanding di arena judo. Artinya, aturan tersebut sudah diberitahukan kepada Jannah. Tapi, Jannah tetap menolak untuk melepaskan hijab.

"Atlet (Jannah) tidak mau. Sudah dikoordinasi sama pelatih waktu technical meeting. Itu sudah aturan di cabor ini. Kami telah berusaha mengarahkan ke atlet, tapi dia tidak mau," ucap Ahmad Bahar selaku penanggung jawab parajudo Asian Para Games 2018 saat dihubungi wartawan.

"Bahkan dari pelatih, NPC (National Paralimpic Komite), dan CdM sudah berusaha. Orang tuanya didatangkan dari Aceh untuk memberi tahu. Dalam artian, kita membela negara. Tapi, dari atlet tetap tidak bersedia. Kembali lagi mungkin karena prinsip," tambahnya.

Lebih lanjut Bahar menampik bahwa larangan penggunaan hijab saat bertanding dalam judo bukan karena hal lain. Tapi karena memang adanya peraturan dari federasi IBSA (International Blind Sport Federation).

"Perlu digarisbawahi bahwa juri itu bukannya tidak memperbolehkan umat Muslim untuk berpartisipasi. Bukan seperti itu, karena aturan internasional mulai 2012 itu setiap atlet yg bertanding di judo tidak boleh berhijab," jelasnya.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari bahaya dalam pertandingan judo. Karena dalam judo ada gerakan-gerakan yang membahayakan atlet apabila menggunakan hijab.

"Karena di judo itu ada teknik bawah. Yang dimaksudkan ketika main di bawah nanti kerudung yang dikenakan akan mengganggu. Ditakutkan menutup mata sehingga kesempatan dipakai lawannya untuk melakukan teknik mencekik leher. Karena kalau kerudungnya yang ditarik bisa fatal. Kalau kena leher tidak terlalu fatal, sementara kalau kena kerudung fatal karena bisa mencekik. Malah bahaya. Poin itu yg dibuat agar penggunaan hijab di cabor judo tidak diperbolehkan," jelasnya.

Berdasar pelbagai pertimbangan dan alasan tersebut, dalam cabang olahraga judo tidak diperbolehkan mengenakan hijab untuk atlet putri. Bukan karena sebab lain.

(mat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up