JawaPos Radar

Mengenakan Kaus Biru, Jasad Raafi Berhasil Ditemukan Sang Ayah

08/10/2018, 21:43 WIB | Editor: Kuswandi
Korban Gempa Sulteng
Tim SAR mengevakuasi jasad korban dari reruntuhan bangunan di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Senin (8/10) (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ribuan korban berjatuhan pasca gempa dan tsunami yang menimpa sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu. Sejauh ini terdapat 1.948 orang yang berhasil teridentifikasi.

Salah satu korban selamat dari bencana tersebut yakni, Irman Sudirman yang merupakan warga Perumnas Balaroa, Palu Barat. Dia mengaku anaknya bermana Abdullah Raafi (3) tidak selamat dari likuifaksi yang terjadi di tempat tinggalnya.

Selama 10 hari Irman mencari anaknya dari reruntuhan rumah di Perumnas Balaroa, kepada Tim SAR lelaki tersebut mengaku bahwa anaknya saat kejadian memakai kaus berwarna biru.

‎Sebab, Irman masih ingat jelas ciri-ciri anaknya saat likuifaksi pasca gempa meluluhlantakan Perumnas Balaroa hingga tertimbun sedalam ‎sekitar 3-5 meter.

"Iya itu Raafi, dia pakai kaus biru waktu itu, itu pasti si Raafi," ujar Irman saat melihat alat berat mengangkut jasad yang mengenakan kaus berwarna biru, Senin (8/10).

Irman pun berusaha mendekati alat berat tersebut sewaktu sedang mengangkat jasad Raafi untuk lebih memastikan kalau yang ditemukan itu memang benar buah hatinya.

Meski melihat kondisi anaknya sudah begitu mengenaskan karena telah beberapa hari tertimbun dalam reruntuhan, Irman tetap berusaha tegar. Ia sekuat tenaga berusaha menahan air matanya agar tidak menetes.

Irman pun tetap meyakini petugas tim SAR gabungan bahwa jenazah tersebut adalah anaknya meski kondisinya sudah tak begitu jelas.

"Iya pak itu anak saya, pas kejadian memang dia sedang berkumpul di rumah itu," ujar Irman sambil menunjuk ke arah tempat ditemukannya jenazah sang anak.

Setelah jasad anaknya dimasukan ke dalam kantung jenazah dan dievakuasi oleh tim SAR, Irman pun langsung mengikutinya dari belakang.

Langkah kakinya berjalan begitu cepat menuruni lokasi bencana untuk menjauhkan anaknya dari tempat tersebut.

Komandan Tim 5 Basarnas, Iwan Setiawan Abbas ‎membenarkan kalau jenazah yang mengenakan kaus berwarna biru itu adalah putra dari Irman.

"Iya benar itu anaknya dan sudah teridentifikasi. Ayahnya sendiri memang yang memastikan karena memang beliau yang menunjukan kalau lokasi anaknya ada di titik tersebut," kata Abbas.

Abbas menjelaskan titik yang disebutkan Irman adalah sebuah rumah yang dikatakannya masih ada 14 korban lainnya tertimbun di dalamnya.

"Menurut informasi, rumah tersebut ‎memang menjadi lokasi berkumpul saat orang pada lari pas kejadian. Informasinya masih ada 14 korban yang tertimbun disana," jelas Abbas.

Pada Senin (8/10) Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BNPB, Aksi Cepat Tanggap dan relawan lainnya berhasil mengevakuasi enam korban. Namun baru jasad Raafi yang berhasil teridentifikasi.



(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up