JawaPos Radar

Penggerebekan Polsek Pemulutan Dinilai Langgar SOP Kepolisian

08/10/2018, 21:34 WIB | Editor: Budi Warsito
Penggerebekan Polsek Pemulutan Dinilai Langgar SOP Kepolisian
Korban peluru nyasar saat penggerebekan Polsek Pemulutan di RS Bhayangkara Palembang (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penggerebekan yang dilakukan Polsek Pemulutan, Ogan Ilir (OI) di Jalan KH Azhari Lorong Alkausar 7 Ulu, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dinilai melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) kepolisian. Pasalnya, penggerebekan tersebut berada di luar hukum Polsek Pemulutan OI. Bahkan, operasi tersebut tanpa ada koordinasi dengan Polresta Palembang.

Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, seharusnya saat melakukan kegiatan seperti penggerebekan diluar wilayah hukum, harus berkoordinasi dengan pemilik wilayah setempat. Sehingga dapat didampingi kepolisian setempat.

Namun, pada kenyataannya Irjen Zulkarnain mengaku tidak ada pendampingan dari Polresta Palembang saat dilakukan penggerebekan.
"Ya, SOPnya begitu dan wajib didampingi polisi setempat. Nah, dari laporan Kapolres Palembang dan Kapolres OI tidak ada," katanya saat ditemui di Mapolda Sumsel, Senin (8/10).

Penggerebekan Polsek Pemulutan Dinilai Langgar SOP Kepolisian
Korban peluru nyasar saat penggerebekan Polsek Pemulutan di RS Bhayangkara Palembang (Alwi Alim/JawaPos.com)

Dengan melanggarnya SOP ini, tentunya dapat menyebabkan kepolisian khususnya Polsek Pemulutan terkena sanksi disiplin etika bahkan pidana. Meskipun begitu, menurutnya inilah resiko dari profesi kepolisian.

Dirinya mengibaratkan, polisi itu tegak diantara kuburan dan penjara. Satu kaki di kuburan dan satu kaki lagi dipenjara."Jadi meskipun mereka berikhtiar menangkap tersangka tapi kejadian seperti ini tentunya ini resiko yang harus ditanggung," ujarnya.

Dirinya menambahkan, saat ini pihaknya telah menurunkan tim untuk menyelidik kasus Ariansyah yang diduga menjadi korban peluru nyasar pada saat penggerebekan Polsek Pemulutan. Tim yang diturunkan, yaitu Propam, Labfor dan Polresta Palembang.

Ditegaskannya, kasus ini harus benar diungkap secara fair dan terbuka. Ia berharap, dengan adanya penyelidikan ini maka diketahui peluru tersebut milik siapa sehingga dapat mencari pelakunya. "Kami sebagai Polda Sumsel turut berbela sungkawa atas meninggalnya korban tersebut," tutupnya.

Seperti diketahui, Ariansyah alias Ari, 23, ditemukan tewas tertelungkup di lapangan yang tidak jauh dari rumahnya di Jalan KH Azhari Lorong Al kausar 7 Ulu Palembang.

Korban yang berprofesi sebagai juru parkir ini diduga menjadi korban peluru nyasar. Lantaran, mengalami luka tembak di leher kiri belakang.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up