JawaPos Radar

Penyelenggaraan IMF Disebut Pemborosan, Luhut: Nggak Ada Mewah-Mewahan

08/10/2018, 20:27 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Penyelenggaraan IMF Disebut Pemborosan, Luhut: Nggak Ada Mewah-Mewahan
Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan (kedua dari kiri) (DOK. FEDRIK TARIGAN)
Share this image

JawaPos.com - Tim ekonomi Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi, Rizal Ramli menyebut penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Internasional Monetary Fund (IMF) World Bank terlalu mewah. Hal itu lantaran pelaksanaannya menghabiskan anggaran hampir USD 70 juta atau sekitar Rp 800 miliar lebih.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai pernyataan tersebut tidak berdasar. Sebab, pemerintah tidak membiayai pertemuan-pertemuan maupun sewa hotel untuk para delegasi, melainkan hanya memfasilitasi.

"Ada 2500 pertemuan yang berbicara macam-macam. Semua pelaku-pelaku maupun institusi keuangan dunia mereka hadir disana. Mereka bikin pertemuan di luar IMF itu. Sudah mulai pertemuan mulai besok itu BoA (Bank of America) melakukan seminar di hotel Mulia. Ada Islamic Development Bank. Jadi orang kalau bilang IMF mewah, nggak ada mewah-mewahnya, ya gini-gini aja," ujarnya di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10).

Penyelenggaraan IMF Disebut Pemborosan, Luhut: Nggak Ada Mewah-Mewahan
Pertemuan IMF-Wolrd Bank di Bali (DOK.FEDRIK TARIGAN)

Selain itu, Luhut juga membantah soal penggunaan mobil mewah dalam pelaksanaan IMF-WB. Dia menjelaskan jika mobil yang digunakan adalah Mercedes-Benz seri E200 tahun 2013.

"Kita sewa itu mobilnya. Tadinya mau sewa mobil Camry, nggak dapat Camry 400 biji, akhirnya kita sewa lah segala macam. Saya suruh pakai mobil dinas saja sudah nggak mau lagi barang itu. Tapi karena sama ya sudah," tegasnya.

Perihal pendanaan, mantan Menko Polhukam ini juga menegaskan jika digunakan dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017-2018. Menurutnya, dana yang dikeluarkan juga lebih hemat dibanding negara lainnya.

"Mengenai pendanaan, ini dari APBN, kita bicarakan pagu anggaran yang alokasikan tahun 2017-2018, tepatnya Rp 855,6 miliar rupiah, saya ketua kita sudah sampai hari ini gunakan Rp 566 miliar. Yang sudah kita bayarkan Rp 192,1 miliar, angka ini betul-betul hemat," tandasnya.

(hap/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up