JawaPos Radar

Jalin, Dukungan USAID untuk Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng

08/10/2018, 19:43 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Ganjar Pranowo
Perwakilan USAID saat menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membahas program Jalin di Puri Gedeh, Senin (8/10). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Dua tahun berjalan, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG) mulai mendapat respons positif. Kali ini program yang menyasar penurunan angka kematian ibu (AKI) di Jawa Tengah mendapat dukungan dari USAID (United States Agency for International Development) melalui Jalin

Jalin sendiri merupakan program khusus dari USAID untuk menekan angka kematian ibu serta anak dengan mengkonsolidasikan lintas sektoral. Dalam hal Ini, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku senang karena makin banyak pihak yang mendukung pengurangan AKI di Jateng.  

"Jalin ingin membantu dalam politik kesehatan kita Jawa Tengah. Mereka peduli sekali dengan angka kematian ibu melahirkan dan balita, dan inline dengan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng," katanya, usai menerima perwakilan Jalin di Puri Gedeh, Senin (8/10). 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jateng per April 2018, program inisiatif Ganjar ini dilaporkan berhasil menekan 14 persen AKI sejak diresmikan 2016 lalu. Capaian itu melebihi target dunia (SDG’s) sebesar 3 persen per tahun atau 90 per 100 ribu kelahiran hidup.

AKI di Jateng sendiri pada 2017 adalah 88,58 per 100 ribu kelahiran hidup. Sedangkan tahun 2013 saja AKI masih 118,62 per 100 ribu kelahiran hidup. 

"Kita memang mau dalami lagi program itu (5NG) lima tahun berikutnya ini. Saya ingin mengurai isu Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng itu tidak hanya untuk kesehatan ibu dan bayi, tapi kualitas janin. (tapi juga mengatasi) stunting. Di mana kesehatan saja tidak cukup," imbuhnya.  

Ganjar berujar bahwa langkah ini wajib didukung gerakan lain, macam harus punya rumah serta jamban yang sehat, pangan serta gizi memadai. Peran inilah yang nantinya akan digarap oleh Jalin.

"Kalau nanti muaranya adalah kualitas kesehatan, dan kita mau ngambil sisi kesehatan manusia sejak dalam kandungan sampai lahir, maka saya minta dibuatkan analisis. Sektor apa yang mendukung, metode apa yang dipakai, politik anggarannya seperti apa, regulasi apa yang mesti dibuat," tandasnya. 

Sekarang ini, Ganjar menambahkan, bahwa Jalin tengah merancang workshop. Workshop tersebut nantinya dibagikan kisah sukses di masing-masing tempat dan daerah. 

Bukan hanya Jateng, Jalin juga sudah bekerjasama dengan enam provinsi lain macam Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Sumut dan Sulsel. Di samping koordinasi intensif dengan pemerintah, Jalin juga terus menjalin kemitraan dengan perusahaan.

"Yang begini ini menurut saya kekuatan masyarakat yang luar biasa. Kalau mereka bisa berbagi cerita itu di workshop bisa kita angkat jadi kebijakan di Jawa Tengah," katanya.

Sementara itu, perwakilan Jalin USAID, Budiharja menegaskan Jalin juga bakal menggandeng pihak swasta dan masyarakat untuk aktif mengumpulkan data. terkait informasi mengenai kesehatan ibu dan anak. Mereka akan mangajak duduk bersama antara pemerintah masyarakat dan swasta kemudian merumuskan solusi bersama-sama. 

"Ibaratnya, jadi Mak Comblang. Menghubungkan sana sini berdasarkan data. Bagaimana rumah sakitnya, pemerintahnya, swasta, masyarakat, bagaimana lintas sektoralnya," katanya. 

Program tersebut, lanjut Budiharja, bakal dia jalankan di Jateng sampai 2020. Sasaran utamanya, adalah private sektor karena ranah tersebut yang saat ini jarang tersentuh.

"Maka kami menggandeng APINDO. Pak Gub memberikan arahan untuk menyusun langkah-langkah strategis. Saya kita tinggal melanjutkan, karena Pak Gub punya program yang bagus, tinggal kita memperdalam," cetusnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up