JawaPos Radar

Tilep Dana PIP Untuk Biaya Pernikahan, Honorer Ditangkap Saber Pungli

08/10/2018, 19:21 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Tilep Dana PIP Untuk Biaya Pernikahan, Honorer Ditangkap Saber Pungli
Ketua UPP Saber Pungli Sumbar Kombes Pol Dody Marsidy (tengah) didamping Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Syamsi dan Kapolres Solok Kota AKPB Dony Setiawan saat memberikan keterangan pers terkait OTT pungli di Kabupaten Solok di Mapolda Sumbar, Senin (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seorang tenaga honorer di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) ditangkap tim Saber Pungli. Diduga, oknum berinisial EF, 41, ini menyelewengkan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Dari informasi, oknum honorer yang bekerja sebagai bendahara pembantu Komite Sekolah ini menilep uang program PIP untuk keperluan pribadi. Konon, dana tersebut digunakan untuk biaya pernikahan adiknya hingga keperluan belanja lainnya.

Oknum EF dijemput tim saber pungli di tempatnya bekerja pada Rabu (3/10) lalu. "Oknum ini kena OTT tim Saber Solok Kota," kata Ketua UPP Saber Pungli Sumbar Kombes Pol Dody Marsidy dalam gelaran jumpa pers di Mapolda Sumbar, Senin (8/10).

Dari penangkapan itu, terang Dody, petugas mengamankan BB berupa 110 buku tabungan siswa penerima dana PIP. Lalu, uang tunai sebesar Rp26,360 juta yang diduga hasil potongan dana PIP siswa yang ditilep pelaku dan sejumlah BB lainnya.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan mengatakan, kasus dugaan penyelewengan dana PIP ini berawal dari tuntutan siswa atas belum diserahkannnya dana tersebut. Seharusnya, dana PIP itu sudah diterima siswa pada Agustus lalu. Namun, tak kunjung diberikan pihak sekolah.

"Awal bulan Oktober, para siswa penerima komplain atas kejadian itu pada pihak sekolah dan menuntut dana PIP segera dicairkan," kata AKBP Dony Setiawan.

Usut punya usut, dana PIP sebesar Rp95 juta yang mestinya diperoleh siswa itu dimanfaatkan oleh pelaku untuk keperluan pribadinya. Alhasil, dana itu hanya diserahkan senilai Rp15 juta. Pihak sekolah juga terkejut atas kejadiaannya.

Hanya saja, pihak sekolah berinisiatif untuk mengganti kekurangan dana itu dengan cara dicicil dan sudah terkumpul sebesar Rp40 juta. Namun, saat uang pengganti terkumpul, oknum yang bertugas membagikan dana itu, lagi-lagi menyunat uang siswa dengan jumlah berbeda. Ada yang dipotong Rp200 ribu sampai Rp500 ribu.

Pengakuan pelaku, terang Dony, dana PIP sebesar Rp52 juta lebih dipergunakannya untuk biaya pernikahan adiknya. Selebihnya, digunakan untuk beli sepatu, peralatan dapur, kosmetik dan belanja lainnya. "Sejauh ini, belum ditemukan keterlibatan pihak lain, penyelewengan murni inisiatif dari pelaku sendiri," terang Dony Setiawan.

Hingga kini, pihak Mapolres Solok Kota masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Sedangkan tersangka oknum honorer tidak ditahan lantaran kooperatif dan tengah memiliki anak yang masih kecil.

Akibat perbuatan tersebut, oknum honorer "EF" terancam melanggar Pasal 8 jo Pasal 12 huruf e Undang-undang Tipikor. Pelaku juga dijerat melanggar aturan Permendikbud RI No 9 Tahun 2018 Tentang Perubahan Permendikbud No 19 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar, dan Peraturan Dirjen Pendidikan Dasar Dan Menengah No: 05/D/BP/2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar pada Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up