JawaPos Radar

Gali Peran Lucas Bantu Kabur Eddy Sindoro

KPK Periksa Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

08/10/2018, 19:04 WIB | Editor: Kuswandi
Lucas
Advokat Lucas (tengah) saat mendatangi gedung KPK (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kepala Imigrasi Kelas I Bandara Soekarno Hatta, Enang Supriyadi Syamsi menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, namanya sama sekali tak muncul dalam jadwal pemeriksaan hari ini (8/10).

Namun usai diperiksa, ketika hendak meninggalkan lembaga antirasuah, Enang mengakui bahwa maksud kedatangannya hanya membantu memberikan keterangan pada penyidik agar kasus mantan petinggi Lippo Grup, Eddy Sindoro dan Advokat Lucas semakin terang.

"Hanya membantu temen KPK kok, untuk semakin teranglah masalah Eddy Sindoro sama Lucas itu aja kok," ungkapnya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (8/10).

Lebih lanjut, dia juga mengaku dicecar perihal tugas dan fungsi jabatannya seperti dalam menegakkan hukum maupun menjaga kedaulatan negara.

Saat disinggung perihal adanya selisih jam atau waktu kepergian Eddy ke luar negeri dengan pencegahan bepergian yang diajukan KPK, dia menegaskan biar lembaga antikorupsi saja yang menjelaskan lebih rinci.

"Biarin nanti teman-teman penyidik. KPK deh yang menjelaskan. Insya Allah kami akan kooperatif, kami akan membantu," elaknya.

"Kalau termonitor tidak akan begini kalau termonitor. Karena memang tidak ada pemberitahuan tidak ada laporan dari Malaysia," tambahnya.

Diapun menambahkan akan bersikap kooperatif agar kasus yang membelit Eddy Sindoro dan Lucas bisa terang benderang.

"Yang salah tetap salah yang baik tetap baik. Insya Allah ingin membantu semuanya," tutupnya.

Terpisah, juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkan pemeriksaan terhadap Enang terkait kasus yang membelit advokat Lucas. Namun, mantan aktivis ICW ini enggan membeberkan lebih jauh terkait hal apa.

"Kami butuh beberapa keterangan mengkonfirmasi beberapa informasi yang didapatkan, belum bisa bicara banyak karena kami perlu lakukan klarifikasi masih tertutup, yakni ada kebutuhan pemeriksaan saksi untuk LCS," tutupnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan tersangka terhadap advokat Lucas. Penetapan tersangka dilakukan karena Lucas diduga dengan sengaja menghalangi, merintangi proses perkara penyidikan mantan petinggi Lippo Grup, Eddy Sindoro (ESI).

Penetapan tersangka ini berkaitan dengan kasus pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkara dua anak usaha Lippo Grup, PT Across Asia Limited melawan PT First Media di PN Jakpus.

Alasan lembaga antirasuah meningkatkan status penanganan perkara penyidikan terhadap Lucas, karena pertama, Lucas sengaja melakukan perbuatan dengan cara menghindarkan Eddy saat hendak ditangkap oleh otoritas Malaysia dan kemudian dideportasi atau diusir ke Indonesia.

Sedangkan alasan kedua Lucas diduga berperan untuk tidak memasukkan tersangka ESI di wilayah Yurisdiksi Indonesia melainkan di keluarkan kembali ke luar negeri.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up