JawaPos Radar

Lahan Depok dan Bogor Sudah Bebas, Proyek LRT Bekasi Masih Terkendala

09/10/2018, 01:35 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Lahan Depok dan Bogor Sudah Bebas, Proyek LRT Bekasi Masih Terkendala
Ilustrasi LRT (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pembebasan lahan proyek LRT di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi belum sepenuhnya rampung. Padahal moda transportasi masal yang bakal melintas di lima daerah di Jawa Barat itu ditargetkan beroperasi pertengahan tahun 2019.

”Kalau lahan proyek LRT di Kota Depok sudah semuanya bebas, di wilayah Bogor juga sama. Sedangkan untuk Kota Bekasi masih menyisakan beberapa lahan,” terang Jumardi, panitia Pembuat Komitmen Direktorat Jenderal Perkeretaapiaan Kemenhub saat berada di Jatimulya, Kabupaten Bekasi, seperti dikutip dari Indo Pos (Jawa Pos Group), Senin (8/10).

Dia memaparkan, seperti yang terjadi di Kelurahan Jakasampurna masih ada sekitar 32 bidang lahan belum selesai dibebaskan. ”Kami harapkan bulan ini, bisa segera dibayarkan lahan proyek LRT, termasuk juga yang ada di Kabupaten Bekasi," katanya juga.

Seperti diketahui, proyek pembangunan LRT merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk menekan kemacetan akses dari DKI Jakarta ke wilayah penyangga tersebut. Lima daerah di Jawa Barat yang dilintasi LRT adalah Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan berujung di Kabupaten Bekasi.

Namun, untuk wilayah Kabupaten Bekasi, kata Jumardi lagi, memiliki peran penting. Sebab, wilayah sekitar Jatimulya, Kabupaten Bekasi akan dibagun sebuah depo LRT. Lokasi itu akan dijadikan tempat singgah seluruh kereta angin yang didesain tanpa pengemudi.

”Jadi di Bekasi ini menjadi lokasi penting, karena jadi lokasi perbaikan kereta, kemudian semua kereta kan pulangnya ke sana. LRT juga kan tidak ada masinisnya, otomatis, jadi kontrolnya dari Jatimulya, Kabupaten Bekasi ini," paparnya juga.

Meski begitu, Jumardi mengaku, masih ada keterlambatan sedikit dalam pengerjaan proyek tersebut. Hanya saja, pihaknya sudah membuat beberapa skenario. Yakni, pengoperasian awal LRT melalui lintas Cibubur, Taman Mini dan Cawang. "Kemudian akan dipusatkannya setelah depo sudah beroperasi," paparnya.

Lebih jauh dijelaskan Jumardi juga, LRT akan dibangun sepanjang 44 kilometer (km). Untuk mendukung pembangunannya dibutuhkan lahan seluas 14 hektare. Dan pembebasan lahan terbesar ada di Jatimulya, Kabupaten Bekasi yang saat ini sudah masuk tahap musyawarah ganti rugi.

"Jatimulya ini menjadi salah satu prioritas kami. Anggaran Rp 600 miliar sudah disiapkan untuk pembebasan lahan dan kami berharap akhir bulan ini sudah mulai dilakukan pembayaran,” cetusnya juga.

Sementara itu, Kasubag Infrastruktur dan Tata Ruang pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi Evi Mutia mengatakan ada sekitar 562 bidang lahan yang akan dibebaskan untuk proyek LRT di wilayahnya. Pembebasan itu dimulai dari wilayah Jatimulya hingga perbatasan dengan Kabupaten Karawang.

”Soal jarak aman rumah warga dengan rel yang saya ketahui sekitar 25 meter, namun yang lebih jelas pihak BPN yang tahu," katanya.

Badan pertanahan setempat mencatat dari 562 lahan yang akan dibebaskan, ada 117 bidang lahan warga yang sudah disepakati dan siap dibebaskan. Targetnya, sisa lahan warga yang akan dibebaskan akan rampung November mendatang.

(jpg/bin/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up