JawaPos Radar

Masih Trauma Bencana, Orang Tua Tak Izinkan Anaknya ke Sekolah

08/10/2018, 18:45 WIB | Editor: Estu Suryowati
Masih Trauma Bencana, Orang Tua Tak Izinkan Anaknya ke Sekolah
Kondisi SD Inpres Lolu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah rusak parah akibat gempa 7,4 Magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta kegiatan belajar-mengajar di Sulawesi Tengah dimulai pada hari ke-10 pascabencana gempa disertai tsunami yang jatuh hari ini, Senin (8/10). Namun, belum seluruh guru dan murid menjalankan instruksi tersebut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, hal itu lantaran beberapa murid dan guru masih mengalami trauma. Apalagi, sejumlah orang tua juga belum mengizinkan anaknya pergi ke sekolah.

"Guru-guru sebagian itu terdampak dan juga masih trauma akibat gempa tersebut, termasuk murid-muridnya, termasuk orang tua tidak mengizinkan anak-anak itu untuk kembali ke sekolah," ujarnya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (8/10).

Menurutnya, kendala tersebut berusaha ditekan dengan berbagai cara, terutama dengan imbauan pemerintah daerah (pemda). "Tapi ini sudah diimbau agar pendidikan ini segera berjalan," tegas dia.

Berdasarkan data BNPB, ada sembilan sekolah di Petobo, Kota Palu yang tertimbun akibat likuifaksi. Kemendikbud pun telah menyiapkan 240 tenda yang akan dijadikan ruang kelas.

Sebanyak 100 tenda sudah terpasang sebagai sekolah darurat. Menurutnya, tenda-tenda tersebut sudah berstandar internasional dari United Nations Children's Fund (UNICEF).

"Ada 240 tenda ruang kelas yang standar UNICEF, baru 100 yang terpasang dan 140 (sisanya) insya Allah hari ini bisa terpasang semua," kata Willem.

Sementara itu, kantor-kantor pemerintahan di kawasan terdampak bencana juga sudah beroperasi mulai hari ini. Aparatur Sipil Negara (ASN) pun mulai kembali melayani masyarakat.

Tak hanya itu, pelayanan bank, SPBU, dan jaringan telekomunikasi juga telah mulai beroperasi. Ini merupakan langkah prioritas demi mempercepat pemulihan sosial-ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah.

(ce1/yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up