JawaPos Radar

Alumni 212 Akan Kawal Pemeriksaan Amien Rais, Begini Tanggapan Polisi

08/10/2018, 18:15 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Alumni 212 Akan Kawal Pemeriksaan Amien Rais, Begini Tanggapan Polisi
Polisi meminta tak perlu adanya pengerahan massa saat pemeriksaan Amien Rais. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Alumni aksi 212 berencana mengawal pemeriksaan politikus senior Amien Rais di Mapolda Metro Jaya pada Rabu (10/10) besok. Bahkan diprediksi akan ada pengerahan massa.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menilai tak perlu ada pengerahan massa untuk mengawal pemeriksaan Amien. "Nggak usah, nggak usah ada pengerahan massa," ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/10).

Dia menyarankan agar semua pihak mengikuti saja aturan hukum yang ada. Kalau pun ingin mengerahkan massa, perlu ada pemberitahuan ke pihak Kepolisian.

"Ikuti saja aturan hukum yang baik. Kalau pengerahan massa berarti harus ada pemberitahuan sesuai UU Nomor 9 tahun 1998," jelas Setyo.

Sejauh ini, pihaknya belum mendapat pemberitahuan resmi terkait aksi tersebut. "Saya belum (dapat)," tukas Setyo.

Sekadar informasi, viral pamflet dukungan terhadap Amien di media sosial. Di dalam pamflet terdapat foto Amien. Di sampingnya bertuliskan "Ayo... ayo... ayo...!!! Kawal dan Dampingi" di bagian awalnya.

Tertulis pula bahwa Amien adalah tokoh nasional, guru bangsa, bapak reformasi, tokoh 212. Pada pamflet tersebut, tertulis titik kumpul di Masjid Al Munawaroh, Pancoran, Jakarta, pukul 08.00 WIB. 

Di bagian akhirnya, dituliskan pula, "Ayo hentikan kriminalisasi ulama & tokoh! Ayo hentikan kebohongan publik! Ayo hentikan kedzoliman!".

Dalam perkara ini, pemanggilan Amien berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan penyebaran berita bohong alias hoax yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Mantan Ketua MPR itu sempat bertemu Ratna bersama calon presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Pertemuan dilakukan usai kabar dugaan penganiayaan terhadap Ratna mencuat ke publik.

Ya, Ratna Sarumpaet sempat membuat geger masyarakat dengan foto wajahnya yang penuh lebam beberapa hari lalu. Ibunda Atiqah Hasiholan itu lantas bercerita kepada Prabowo hingga Amien bahwa luka lebam diwajahnya akibat dipukuli orang di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September malam.

Namun ternyata setelah ditelusuri pihak Kepolisian, terungkap fakta bahwa Ratna pada tanggal tersebut Ratna malah berada di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta. Hal tersebut diperkuat dengan rekaman CCTV dan bukti transfer uang dengan total Rp 90 juta rupiah.

Dia menjalani perawatan bedah pelastik hingga 24 September 2018. Usai polisi mengekspos fakta-fakta itu, akhirnya Ratna menggelar konferensi pers pada sore di hari yang sama dan mengakui bahwa dia telah berbohong dan sebagai pencipta hoax terbaik.

Lebih lanjut, Ratna pun diamankan pada Kamis (4/10) malam di Bandara Soekarno-Hatta ketika hendak bertolak ke Chili. Dia berdalih akan menghadiri konferensi internasional dan menjadi pembicara pada acara tersebut.

Ratna lantas digiring ke Mapolda Metro Jaya malam itu juga. Ternyata dia telah dicekal dan ditetapkan sebagai tersangka sejak sore sebelum keberangkatannya. Saat ini Ratna ditahan di Mapolda Metro Jaya.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up