JawaPos Radar

Korupsi Diskominfotik, Kejati Riau Panggil Dua Pejabat Pemprov

08/10/2018, 17:43 WIB | Editor: Dida Tenola
Korupsi Diskominfotik, Kejati Riau Panggil Dua Pejabat Pemprov
Ilustrasi korupsi, Kejati Riau panggil Kepala Bappeda dan Kepala BPKAD. (Dokumen JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau memanggil dua pejabat di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau, Senin (8/10). Mereka adalah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rahmad Rahim dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Syahrial Abdi.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum dan Humas (Penkumham) Kejati Riau Muspidauan mengatakan, keduanya mendatangi lembaga Adhyaksa itu sekitar pukul 09.00 WIB. "Dipanggil terkait dugaan korupsi pengadaan komputer dan server di Diskominfotik Riau tahun 2016. Pak Rahman menyerahkan dokumen sedangkan Pak Syahrial mengantarkan stafnya," ujar Muspidauan, Senin sore (8/10).

Rahmad dan Syahrial Abdi tidak lama di kantor Kejati Riau. Mereka berada di sana sekitar satu jam. Sebab, Kejati Riau hanya memeriksa staf BPKAD. 

Adapun staf dari Syahrial Abdi  diketahui bernama Yendra. Dia merupakan Bandahara Umum Daerah pada BPKAD Riau. "Diperiksa untuk memastikan terkait pengembalian kelebihan bayar yang dilakukan rekanan," jelasnya.

Kasus ini bermula ketika BPK RI menemukan dugaan kelebihan pembayaran sebesar Rp 3,1 miliar dalam pengadaan komputer atau server alat-alat studio, komunikasi dan implementation IOC di Dinas Kominfotik Riau. Pengadaan itu menggunakan pagu anggaran sebesar Rp 8,8 miliar pada tahun 2016. Proyek dimenangkan oleh PT Solusi Media Ravel Teknologi (SMRT) dengan nilai Rp 8,4 miliar setelah menyingkirkan 44 perusahaan lain dalam proses lelang.

Kemudian dalam perjalanannya, perusahaan ini diketahui membeli alat elektronik di Toko Batam Elektronik di Jalan Tuanku Tambusai. Barang dibeli dengan harga pasar tapi diduga ada rekayasa pengaturan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Setelah dilakukan rangkaian proses penyelidikan, akhirnya Kejati Riau meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan. Itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor : PRINT-07/N.4/Fd.1/07/2018 tanggal 6 Juli 2018. Sprindik itu ditandatangani Kepala Kejati Riau Uung Abdul Syakur.

Beberapa saksi sudah dipanggil. Diantaranya, Kepala Diskominfotik  Riau Yogi Getir, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Edi Yusra, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), kelompok kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan  (ULP) Provinsi Riau Dedi Hasparizal.

Selain itu, juga diperiksa dua tenaga ahli dari PT Blue Power Technologi Software Company In South, Raly Syadanas dan Filindo Iskandar yang beralamat di Centennial Tower 12 TH Floor, Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up