JawaPos Radar

Suhu Udara Terus Naik, Pemkot Semarang Geber Pemasangan Kipas Kabut

Dilakukan di Berbagai Titik Jalan

08/10/2018, 17:12 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bencana Kekeringan
ILUSTRASI: KERING KERONTANG: Kemarau dengan panas yang menyengat menjadikan waduk di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek mengering dan tanah dasar waduk merekah. (Canggih Putranto/Radar Tuban/JawaPos Group)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Kota Semarang berencana memasang sejumlah mist fan atau kipas kabut di jalanan kota. Hal ini menyusul fenomena meningkatnya suhu udara di Kota Lunpia selama beberapa tahun terakhir.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya saat ini sedang pada proses merancang rencana strategis proyek bernama 'Semarang Cooling Plan'. Proyek ini targetnya mampu menurunkan suhu di kota agar tidak menjadi penghalang aktifitas masyarakat yang hidup di dalamnya.

"Nantinya dari pemetaan jalan, jalur pedestrian, dan ruang-ruang rencananya akan dipasang mist fan yang terintegrasi sebagai sebuah cooling system," jelas pria yang karib disapa Hendi itu, Senin (8/10).

Berdasarkan data dari Stasiun Klimatologi Semarang, suhu udara di Kota Semarang memang tercatat mengalami sedikit tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2011 lalu, kisaran suhu udara berkutat pada angka 27,7 derajat Celcius. Dan terus naik hingga pada 2016 kemarin mencapai rata-rata 28,3 derajat Celcius.

Kembali ke 'Semarang Cooling Plan', Hendi membeberkan ada tiga substansi yang akan digarap. Meliputi pembangunan 'Semarang Cooling System', Gerakan penghijauan di ruang publik, dan Gerakan penghijauan di permukiman.

"Selain itu pemetaan wilayah tersebut nantinya juga akan digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan penghijauan di ruang publik. Misalnya dengan pembuatan taman atau jalur bunga yang lebih masif," sambungnya.

Hendi memastikan, Pemkot Semarang tak main-main dalam menyikapi kenaikan suhu dalam kota ini. Setidaknya, hal tersebut, lanjutnya, bisa terlihat dalam realisasi pembangunan puluhan taman baru di Kota Semarang dalam kurun waktu tahun 2017 dan 2018. 

"Pada tahun 2017 sudah ada 15 taman yang kita bangun. Dan pada tahun 2018 kami tingkatkan menjadi sekitar 35 taman," cetusnya.

Soal peningkatan penghijauan di area permukiman, Hendi menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat di Kota Semarang untuk tak henti-hentinya bergerak melakukan penghijauan di lingkungan masing-masing. 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up