JawaPos Radar

Polda Tak Izinkan Laga PSS Sleman Lawan PSIM Dihadiri Penonton

Nekat Datang, Suporter Diminta Pulang

08/10/2018, 16:54 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Suporter Sepak Bola
ILUSTRASI: Jajaran Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) resmi menetapkan dua orang pelaku sebagai tersangka terkait kasus tewasnya suporter sepak bola pada derby Jogja. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Diduga khawatir terjadi bentrok, laga derby Jogja, yang mempertemukan PSS Sleman dengan PSIM Jakarta para Rabu (10/10) nanti digelar tanpa penonton. Pertandingan derby yang rencananya akan dilakukan di Stadion Maguwoharjo tersebut dipastikan steril dari penonton, baik di dalam maupun di luar stadion.

Larangan derby Jogja minus penonton tersebut dikeluarkan oleh Polda DIJ. ""Laga tetap berjalan, tapi tanpa penonton. Kami usulkan pertandingan tanpa penonton dan ternyata tidak dikomplain oleh manajer-manajer maupun panitia pelaksana pertandingan. Jadi kami putuskan itu," Kombes Pol Imam Prijanto, Karo Ops Polda DIJ di kantornya, Senin (8/10).

Ketika memang nantinya ada suporter dari kedua tim yang tetap nekat datang ke stadion, maka akan diminta untuk pulang. Karena sudah ada kesepakatan juga dengan mereka saat pertemuan yang dilakukan Senin (8/10). "Kalau nggak mau pulang, kami paksa pulang," ucapnya.

Suporter Sepak Bola
SUPORTER: Pertemuan kelompok suporter PSS Sleman dan PSIM Jogjakarta di Polda DIJ, Senin (8/10). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Selain dilarang mendatangi stadion, juga di wilayah DIJ tidak ada konvoi-konvoi kendaraan suporter sepak bola. Ia ingin semuanya sama-sama memahami mengenai peristiwa sebelumnya. Yaitu ketika PSIM menjamu PSS beberapa bulan lalu di Stadion Sultan Agung Bantul, terdapat peristiwa pengeroyokan. Mengakibatkan seorang penonton sepak bola meninggal dunia, setelah dikeroyok di luar stadion.

"Biar semuanya memahami, kalau kemarin ada kejadian seperti itu. Kalau untuk jumlah personel yang akan diturunkan masih kami rancang," paparnya.

Sementara itu, Ketua Panpel Pertandingan Jaguar Tominangi mengatakan, apapun keputusannya dari pihak kepolisian, pihaknya siap melaksanakan. "Mau pertandingan dengan penonton atau tanpa penonton, kami siap," katanya.

Meski laga nanti tanpa penonton, namun pengamanan terhadap pemain dari tim tamu tetap seperti biasa. Mereka akan dijemput dari markasnya, di kompleks Stadion Mandala Krida Jogjakarta, dan akan diantar pulang. "Pengamanan tetap sama," ucapnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up