JawaPos Radar

Kenali Gejala dan 6 Penyebab Bahu Terasa Nyeri, Kaku, Hingga Mati Rasa

08/10/2018, 19:05 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
cedera bahu, penyebab nyeri bahu, penyebab bahu mati rasa,
Ilustrasi seseorang mengalami nyeri dan kaku pada bahu. (Shutterstock/Dok. hello sehat)
Share this image

JawaPos.com - Kondisi bahu yang nyeri bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Karena nyerinya tak tertahan, maka rasa sakit itu bisa menyebabkan seseorang tak bisa menggerakkan tangan.

Dalam keterangan tertulis Hello Sehat, Senin (8/10), jika bahu merasa nyeri dan kaku bisa jadi ada masalah pada saraf di sekitar bahu. Saraf yang terganggu mengirimkan sinyal ke tubuh dan otak sehingga bisa merasakan sensasi yang berbeda, misalnya nyeri.

Gejalanya

Saat saraf sekitar bahu bermasalah, sensasi yang muncul bisa menjalar ke sekitar punggung, leher, area tulang selangka, lengan, bahkan sampai ke ujung jari. Selain mati rasa pada bahu, gejala lainnya yang mungkin terjadi adalah memar dan bengkak, pundak terasa berat dan lemah, nyeri dan kesemutan, serta terasa hangat atau dingin ketika di sentuh. Tanpa perawatan, gejala akan semakin bervariasi, bertambah buruk, dan menyebabkan kerusakan saraf atau sendi.

Lalu, apa yang menyebabkan bahu terasa nyeri?

1. Saraf kejepit

Saraf kejepit bisa menyebabkan rasa nyeri, lemah, kesemutan, atau mati rasa pada area tubuh. Jika bahu mangalami sensasi ini, kemungkinan saraf yang bermasalah ada di sekitar tulang belakang. Kondisi ini disebut juga dengan radiculopathy servics. Kondisi ini terjadi akibat saraf mendapat terlalu tekanan sehingga tidak dapat berfungsi dengan normal. Beberapa hal yang menyebabkan tekanan besar pada saraf antara lain:

• Otot, tendon, atau tulang yang menusuk saraf
• Adanya pembengkakan atau peradangan di sekitar saraf
• Saraf terlalu sering menggunakan jaringan di sekitarnya sehingga menjadi aus
Saraf terjepit di sekitar tulang belakang bisa disebabkan oleh cedera punggung, postur tubuh yang buruk, yaitu sering membungkuk, dan juga melakukan aktivitas yang sama secara berlebihan pada punggung.

2. Cedera rotator cuff

Rotator cuff adalah cincin tendon di sekitar sendi bahu. Cincin ini bekerja seperti karet gelang untuk menahan tulang lengan atas di soket bahu. Terlalu sering melakukan gerakan berulang saat bekerja atau olahraga serta mengangkat beban di atas kepala bisa menekan dan menyebabkan cedera ritator cuff. Di sisi lain, tidak aktif menggunakan rotator cuff juga bisa menekan saraf di sekitar rotator cuff.

3. Peradangan pada bursae (bursitis)

Bursae adalah kantung kecil berisi cairan yang berada di dekat sendi untuk melindungi tulang, tendon, dan otot. Bursae bisa iritasi dan menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini disebut juga dengan bursitis.

Orang dengan cedera rotator cuff memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini. Penyebab meradangnya bursae biasanya disebabkan oleh cedera atau gerakan berulang di sekitar bahu yang terlalu sering. Selain bahu, bursitis juga bisa terjadi di sekitar lutut, tumit, pangkal jempol kaki, siku, dan juga pinggul.

4. Peradangan pada sendi

Peradangan bisa terjadi dimana saja pada tubuh Anda, terutama di sekitar sendi. Bila peradangan terjadi pada sendi bahu dapat disebabkan oleh rheumatoid arthritis (rematik). Sementara peradangan yang terjadi pada kartilago (tulang rawan) disebut dengan osteoarthritis.

Kedua kondisi ini bisa disebabkan oleh kesalahan sistem imun, infeksi, dan penuaan tulang. Tanpa perawatan yang tepat, tidak hanya sendi, saraf di sekitar sendi yang meradang juga bisa rusak.

5. Tulang sekitar bahu bergeser dan bone spurs

Pergeseran tulang (dislokasi) bisa merusak otot, tendon, dan saraf sehingga menimbulkan sensasi kesemutan, nyeri, atau mati rasa. Bila Anda mengalami sensasi tersebut di sekitar bahu, ada kemungkinan tulang belikat, tulang lengan atas, atau tulang selangka mengalami pergeseran. Kondisi ini umumnya terjadi karena cedera. Jika Anda pernah mengalami kondisi ini dan sudah diobati, risiko tulang kembali bergeser di kemudian hari akan meningkat.

Selain tulang bergeser, penebalan pada tulang (spurs) setelah cedera sendi juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada bahu. Rasa kaku dan nyeri akan muncul dan hilang, terutama bila tubuh terlalu aktif bergerak.

6. Kondisi lainnya

Selain masalah pada saraf, sendi, dan tulang, beberapa penyakit kronis dan kondisi tertentu juga bisa menyebabkan pudak terasa kaku nyeri, atau kesemutan, seperti:
• Diabetes yang sudah parah sehingga menyebabkan kerusakan saraf
• Serangan jantung yang menyebabkan lengan tangan terasa lemas, disertai nyeri dada dan sesak napas
• Stroke yang menyebabkan sisi tubuh jadi kesemutan dan mati rasa, termasuk pada satu bagian pundak.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up