JawaPos Radar

Megawati Ceritakan Pengalamannya Merasakan Gempa Di Jepang

08/10/2018, 16:35 WIB | Editor: Imam Solehudin
Megawati Bantu Korban Gempa
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri ketika melepas secara simbolis bantuan untuk korban gempa Sulteng di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (8/10) (Ist/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pekan lalu membuat Megawati teringat dengan peristiwa serupa di Jepang. Megawati dan keluarganya saat itu tengah beribur.

Saat gempa terjadi, Megawati tengah makan di sebuah restoran cepat saji. Tiba-tiba, dirinya merasakan gempa bumi.

Dia dan keluarga pun panik namun warga Jepang tampak santai-santai saja. "‎Anak saya ingin makan McD, kami di situ ada di lantai tiga, tahu-tahu bergoyang-goyang mereka (masyarakat Jepang) duduk saja sambil mengunyah," ujar Megawati di sela-sela pelepasan bantuan untuk gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, di DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta, Senin (8/10).

Megawati pun lantas bertanya ke rekannya yang ada di Jepang. Menurut rekannya, warga Jepang yang ada di restoran cepat saji tidak panik karena negaranya sudah memiliki peringatan dini.

Misalnya ada gempa dengan kekuatan lebih dari 5 skala richter atau, maka alarm peringatan dini berbunyi. Bila tidak ada alarm, maka gempa tersebut masih kecil, dan tidak perlu panik karena adanya goncangan.

"Jadi seluruh rakyat jepang sudah tahu ada early warning. Jika sudah mendekati skala richter lima pasti ada sirine di seluruh wilayah," katanya.

Oleh sebab itu Megawati pun meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat sistem peringatan dini di sejumlah daerah Indonesia. Mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Jepang.

"Jadi Pak Jokowi ini mengerti apa yang saya kelihkan. Ini bukan kampanye. Tapi kalau menang segara dibangun ini (sistem early warning)," ungkapnya.

Indonesia menurut Megawatai sudah memiliki sistem peringatan dini. Namun tidak diperhatikan perawatannya. Sehingga ketika ada bencana gempa bumi atau tsunami sistem tersebut tidak bekerja.

"Saya sudah bicara ke Presiden bahwa ini tidak bisa selalu terulang karena tidak adanya kewaspadaan dengan early warning sistem itu," pungkasnya.

Adapun Megawati juga melepas bantuan berupa makanan, pakaian, obat-obatan untuk gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Totalnya mencapai 61 ton dan dikirimkan lewat darat, laut dan udara.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up