JawaPos Radar

Kebakaran di Kabupaten Malang Meningkat 400 Persen

08/10/2018, 16:30 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kebakaran
PEMADAMAN: Tim dari PPBK memadamkan api yang melahap lahan. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kebakaran di Kabupaten Malang meningkat tajam sepanjang 2018. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kejadiannya meningkat hingga 400 persen.

Berdasarkan data yang dihimpun JawaPos.com, total ada 10 kejadian kebakaran di Kabupaten Malang pada 2017. Sedangkan sepanjang tahun ini sudah terdapat 45 kejadian.

Dalam sehari bisa sampai tiga kejadian kebakaran. Kebakarannya beragam. Mulai dari rumah usaha, hutan hingga lahan. Namun yang paling sering adalah hutan dan lahan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPBK) Kabupaten Malang Goly Karyanto menjelaskan, terdapat beberapa faktor penyebab kebakaran. Yakni, korsleting listrik, kelalaian saat membakar sampah, dan warga yang membuang putung rokok sembarangan.

Selain itu, faktor cuaca juga mempengaruhi peningkatan kebakaran. "Karena musim kemarau yang berkepanjangan, mengakibatkan kasus kebakaran meningkat. Karena kering," kata Goly, Senin (8/10).

Faktor cuaca memang menjadi penyebab utama meningkatnya kasus kebakaran sepanjang 2018. "Api sekecil apapun dapat memicu kebakaran. Sebab musim kemarau mengakibatkan kekeringan sehingga api mudah menjalar," tegas Goly.

PPBK Kabupaten Malang mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan. Selain tidak membuang sampah sembarangan. Ada baiknya jika warga juga bijak saat mengolah sampah. Tidak hanya asal dibakar lalu ditinggalkan. Kecerobohan saat membuang puntung rokok juga berdampak kebakaran yang terjadi di lahan dan perkebunan.

Goly menambahkan, pihaknya aktif melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat maupun instansi pendidikan yang melakukan kunjungan ke PPBK Kabupaten Malang. Selain faktor lingkungan, tingkat kesadaran masyarakat terkait produk perabotan dan peralatan rumah tangga perlu diperhatikan.

Dia menyesalkan jika saat ini sebagian masyarakat hanya mementingan perabotan elektronik bisa sekadar berfungsi. Padahal perlengkapan kelistrikan seperti kabel yang tidak standar dan disesuaikan dengan daya yang ditentukan, juga dapat mengakibatkan konsleting listrik dan berdampak kebakaran.

Warga disarankan menggunakan produk yang Standart Nasional Indonesia (SNI). "Harganya sedikit lebih mahal tapi pasti aman," tandas Goly.

Saat ini sedikitnya ada 35 personel PPBK Kabupaten Malang yang disiagakan untuk menanggulangi kebakaran. Petugas sekaligus didukung enam armada pemadam kebakaran dengan kapasitas tangki maksimal empat ribu liter air.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up