JawaPos Radar

Melestarikan Tarian Indonesia Lewat Misi Budaya

08/10/2018, 16:08 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Melestarikan Tarian Indonesia Lewat Misi Budaya
Founder NAF Nuniek Mokoginta (Romys Binekasri/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Nusantara Art Forum (NAF) kembali berpartisipasi dalam Chingay Parade, acara tahunan yang merupakan bagian dari perayaan Imlek di Singapura. Founder NAF Nuniek Mokoginta sudah rutin mengirimkan delegasi dari Indonesia sejak 2009, pagelaran ini yang ke-10.

Nuniek bercerita NAF didirikan pada 2006 dengan misi awal membantu para seniman dan musisi mendapatkan pekerjaan untuk hidup sehari-hari. Kemudian berkembang menjadi misi budaya yang mengirimkan generasi muda Indonesia menari ke luar negeri.

Siapa sangka bahwa Ibunya sempat melarangnya menjadi penari. “Karena beliau bilang saya tidak bisa hidup dari menari. Tapi saya selalu belajar menari. Tari Jawa dari umur 5 tahun sampai 11 tahun lalu saya pindah belajar menari Bali tapi umur 9 sampai 11 tahun saya juga belajar balet. Waktu anak saya ikut misi budaya ke luar negeri pada 2006, saya menemukan kembali jiwa saya,” ujarnya seperti diberitakan, Senin (8/10).

Misi budaya membuat Nuniek sering izin dari kantor dan kemudian memutuskan berhenti bekerja agar bisa fokus ke kegiatan yang menjadi passionnya itu. Passionnya memang menari dan memang berkeinginan kembali ke dunia panggung meskipun sekarang lebih ke yang di balik layar.

“Show pertama yang kita buat itu pada 2007 di GKJ (Gedung Kesenian Jakarta). Ketika itu belum ada yg namanya School Show di seluruh sekolah di Indonesia jadi saya ingin melihat animonya dan ternyata responnya positif dan anak-anak senang. Dari situ saya tahu bahwa anak-anak banyak tidak tahu tentang songket dan budaya Indonesia,” ujarnya.

Menari di luar negeri, menurut Nuniek, juga menjadi motivasi sendiri bagi anak-anak Indonesia untuk lebih mengenal budayanya. Selain menjadi kebanggaan karena tampil di depan umum, para penari muda ini memiliki tanggung jawab untuk menjadi perwakilan Indonesia.

Selama di Singapura, para delegasi juga mendapatkan pengalaman untuk menjadi mandiri karena mereka harus mengurus diri sendiri dan menginap di boarding school. Karena itulah Nuniek bersikeras mengirimkan penari ke Chingay Parade secara rutin.

Tahun ini, Indonesia mengirimkan delegasi 50 orang melalui NAF dan KBRI yang diserahkan kepada Universitas Negeri Medan (UniMed). Jadi para penari diatur oleh UniMed.

Nuniek juga merupakan salah satu pendiri Swara Mahardika, grup penari legendaris yang dilatih oleh Guruh Soekarnoputra.

“Ketika SMA, saya dan teman-teman membuat vokal grup lalu mencari pelatih vokal dan mencari pengarah gaya juga. Setelah menemukan Guruh Soekarnoputra, kita meminta Guruh menjadi pelatih,” kenang Nuniek.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up