JawaPos Radar

Curhat Soal Medsos, Jokowi: Sekarang Semua Orang Bisa Jadi Wartawan

08/10/2018, 16:01 WIB | Editor: Dida Tenola
Curhat Soal Medsos, Jokowi: Sekarang Semua Orang Bisa Jadi Wartawan
()
Share this image

JawaPos.com- Presiden Joko Widodo menyoroti perkembangan teknologi informasi di Indonesia. Jokowi menilai, perkembangan informasi semakin membuat bingung.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, saat ini informasi yang tersebar di media sosial membawa tantangan baru bagi moralitas bangsa. "Munculnya media tanpa redaksi. Setiap warga negara bisa menjadi wartawan sekarang ini. Rapat redaksi yang terstruktur tergantikan dengan medsos. Jempol atau like jadi pemred media sosial saat ini," paparnya saat menghadiri Dies Natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (8/10).

Informasi liar di media sosial menyebabkan kebingungan  di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat sendiri harus cermat menelaah kebenaran dari informasi yang mereka terima.

Regulasi pemerintah soal informasi sebenarnya sudah cukup banyak. Tapi kata Jokowi, regulasi itu tidak cukup. "Regulasi pemerintah tidak cukup untuk menyelesaikan masalah ini. Sebab tidak semuanya bisa dipagari regulasi," ungkap mantan Wali Kota Solo itu.

Jokowi mengungkapkan, perkembangan zaman juga memaksa setiap negara beradu cepat. Kecepatan adalah hal yang sangat penting di tengah era industrialisasi 4.0. "Permasalahan di satu negara bisa dengan mudah melanda negara lain dan persaingan pun menjadi semakin ketat antara negara. Dalam perubahan dunia saat ini, kecepatan adalah kata kunci untuk memenangkan kompetisi," terangnya.

Peran perguruan tinggi sangat dibutuhkan. Terutama dalam pembentukan Sumber Daya Manusia yang mumpuni. Jokowi menegaskan, birokrasi yang ribet harus dipangkas. "Birokrasi yang tahapannya muter-muter harus disederhanakan. Dan lakukan efisiensi sistem di seluruh bidang," tegas Jokowi. 

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up