JawaPos Radar

Pilpres 2019

Setelah Setipis ATM, Kini Sandi Terkesima Lihat Tempe Seukuran Tablet

Ma'ruf Amin Ajak Perangi Hoax

08/10/2018, 15:58 WIB | Editor: Ilham Safutra
Setelah Setipis ATM, Kini Sandi Terkesima Lihat Tempe Seukuran Tablet
Cawapres 02 Sandiaga Uno saat mengikuti talk show di Jawa Pos TV belum lama ini. (Issak Ramdhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejak sering turun ke daerah, Cawapres Sandiaga Uno menemukan hal-hal baru. Sebelumnya pernah bilang tempe setipis ATM dan makan siang di Jakarta lebih mahal dibanding luar negeri, kini dia kaget melihat tempe seukuran smartphone tablet.

Hal itu ditemukan cawapres nomor urut 02 itu saat berkunjung ke Jember kemarin. Ketika itu Sandiaga Uno berkunjung ke Pasar Tanjung Samanhudi, Jember. Dia melihat ketersediaan tempe di sana.

Sandi terkesima melihat ukuran tempe yang sebesar ponsel pintar tablet. Sandi mengambil tempe itu dari pedagang, lalu dua jarinya bergerak ke kiri dan ke kanan seolah sedang menggunakan "tablet" tersebut.

Setelah Setipis ATM, Kini Sandi Terkesima Lihat Tempe Seukuran Tablet
Ilustrasi: Contoh tempe seukuran tablet yang sempat ditemui Sandiaga Uno di Jember. (Anggi Pradhita/Kaltim Post/Jawa Pos Group)

"Jadi, bungkusan tempe di berbagai daerah beragam. Ada yang setipis kartu ATM, ada tempe saset. Nah, di Jember ini saya menemukan tempe sebesar tablet," kata Sandi.

Sandi tak melewatkan kesempatan untuk membeli tempe itu. Kepada pedagang, Sandi membeli tempe "tablet" tersebut seharga Rp 100 ribu. "Harganya sebenarnya cuma Rp 10 ribu," kata ibu penjual tempe dengan senang.

Sandi sejak Sabtu (6/10) berada di Jawa Timur untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya kalangan pesantren. Pagi kemarin sebelum ke pasar, dia memulai kegiatan dengan salat Subuh berjamaah di Masjid Roudhotul Muchlisin di Kota Jember. Seusai salat, Sandi berziarah ke makam salah seorang tokoh terkemuka Jember Kiai Haji Abdusshomad.

Lain lagi dengan aktivitas Ma'ruf Amin. Dia kemarin menghadiri penutupan rapimnas Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di kantor PB NU, Jalan Kramat Raya.

Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf mengajak semua pihak, khususnya pelajar, untuk memerangi kabar bohong yang disebar melalui media sosial (medsos). Sebab, hoax bisa merusak persatuan. "Kemarin ada kebohongan baru. Sampai-sampai saya ditanya soal akan adanya hari kebohongan nasional," terang dia. Yang dimaksud adalah kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet.

Menurut mantan rais am PB NU itu, berita bohong harus dilawan. Jangan sampai para pelajar ikut terprovokasi. Para pelajar harus aktif melawan berita bohong yang sekarang sangat masif penyebarannya. Ma'ruf mengatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah mengeluarkan fatwa tentang muamalah melalui medsos atau muamalah medsosiyah. Dalam fatwa itu dijelaskan bagaimana menggunakan medsos dengan baik.

"Karena itu, kita jangan sampai ikut terjebak. Kita harus waspada terhadap informasi yang tidak benar," tegasnya Apalagi, ucap dia, sekarang merupakan tahun politik. Sebentar lagi akan digelar pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres). Suasana politik akan semakin hangat. Perang medsos akan semakin sengit. Beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja menyebar hoax. 

(bay/lum/c10/oni)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up