JawaPos Radar

H+10 Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah, 1.948 Korban Meninggal Dunia

08/10/2018, 15:54 WIB | Editor: Kuswandi
Willem Rampangilei
Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam konferensi pers yang digelar di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (8/10). (Yesika/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Memasuki hari ke-10 pasca bencana gempa 7,4 SR yang disertai tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, korban meninggal dunia kini mencapai 1.948 orang. Data tersebut berdasarkan catatan terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hari ini, Senin (8/10) pukul 13.00 WIB.

"Sampai pagi ini 1.948 korban meninggal dunia, 885 jenazah dimakamkan massal,” ujar Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam konferensi pers yang digelar di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (8/10).

Rincian korban meninggal, 815 jenazah telah dimakamkan di TPU Paboya, 35 jenazah di TPU Pantoloan, 1.059 jenazah di pemakaman keluarga, dan 35 jenazah di Donggala.

Di luar angka tersebut, masih ada 152 korban yang tertimbun, 265 korban hilang, serta 2.549 korban menderita luka berat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, jumlah pengungsi yang terdeteksi terus mengalami penurunan. Data pengungsi kini mencapai 62.359 orang yang tersebar di 147 titik. Ada 8.110 pengungsi yang sudah dievakuasi keluar dari Palu ke daerah lain, yakni Makassar, Balikpapan, Gorontalo, Manado, dan Jakarta.

Saat ini, pemerintah daerah memfokuskan penanganan pasca bencana terhadap pemulihan perkonomian dan berupaya agar masyarakat dapat kembali beraktivitas.

“Kendati tetap memprioritaskan penanganan darurat pada pencarian dan evakuasi korban, sejak akhir pekan lalu, pemerintah juga fokus untuk menggerakkan kembali roda pemerintahan daerah, ekonomi, dan perbankan di sejumlah kawasan di Sulteng,” tuturnya. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up