JawaPos Radar

Liga 1 2018

Kiper Persebaya: Bonek Lebih Dewasa dari Aremania

08/10/2018, 15:46 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Persebaya Surabaya, Bonek, Aremania, Arema FC, Liga 1 2018, Alfonsius Kelvan
Kiper Persebaya, Alfonsius Kelvan, ditenangkan panpel saat terlibat friksi dengan salah seorang Aremania, Sabtu (6/10) (Bayu Eka Novanta/Radar Malang)
Share this image

JawaPos.com – Kejadian di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, membuat Alfonsius Kelvan bisa memberikan penilaian tentang Bonek dan Aremania. Bagi kiper Persebaya Surabaya itu, Bonek lebih dewasa dari pendukung Arema FC.

Alfon - sapaannya mengalami kejadian kurang mengenakkan pada pertandingan antara Arema FC dengan Persebaya, Sabtu (6/10) sore lalu. Alfon mendapatkan provokasi dari dua Aremania saat jeda laga. Satu di antaranya adalah dirigen Aremania, Yuli Sumpil.

Berdasarkan apa yang dia alami di Malang, eks kiper Bali United menyimpulkan bahwa Bonek lebih dewasa daripada Aremania. "Bonek jauh lebih dewasa menurut saya. Karena tidak melakukan hal seperti itu," ujar Alfon lewat akun Instagram-nya, Senin (8/10) siang.

Persebaya Surabaya, Bonek, Aremania, Arema FC, Liga 1 2018, Alfonsius Kelvan
Ungkapan Alfon di akun Instagram pribadinya (Instagram Alfonsius Kelvan)

Kiper berkepala plontos itu mengajak seluruh pecinta Persebaya untuk bersikap positif dalam mendukung Green Force. "Mari tunjukan (bahwa) kita jauh lebih beradab," ajak penjaga gawang produk asli kompetisi internal Persebaya itu.

"Saya juga salut dengan dulur-dulur Bonek se-Indonesia. Buat saya, kalian jauh lebih baik. Kita ajarkan mereka untuk lebih tenang, tidak rasis. Ini tahun 2018, tidak perlu rasis, baku pukul," pinta Alfon.

Alfon menambahkan, ketika diprovokasi oleh Aremania, dirinya berusaha untuk meredam emosi. Selain itu, dia juga ingat bahwa responsnya terhadap provokasi Aremania bisa berbuah sanksi dari PSSI.

"Saya ingat bahwa saya mengenakan kostum Persebaya. Persebaya ini besar, lebih besar dari nama saya. Selama saya masih dipercaya di sini, ya saya jaga," imbuhnya seraya meminta diingatkan jika berbuat kekhilafan.

Alfon menutup tulisannya dengan sebuah petuah. "Sudah, tidak perlu banyak-banyak. Mundur bukan berarti takut. Mengalah bukan berarti kalah. SALAM SATU NYALI WANI. Persebaya Selamanya," tutup Alfon.

(saf/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up