JawaPos Radar

Soal Dana Korban Lombok, Kubu Prabowo Tagih Janji Pemerintah

08/10/2018, 15:41 WIB | Editor: Imam Solehudin
Gempa Lombok
Kondisi salah satu desa yang terkena gempa di Lombok. Kubu Prabowo meminta pemerintah segera mengucurkan alokasi anggaran untuk membantu para korban gempa Lombok beberapa waktu lalu (Fatih/Lombok Pos)
Share this image

JawaPos.com - Acara akbar pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia (IMF-World Bank Annual Meeting 2018) di Bali terus menuai pro kontra di masyarakat. Sebab, anggaran yang digelontorkan pemerintah diketahui berkisar Rp 850 M.

Wakil Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk IMF-Bank Dunia sangat kontras di tengah musibah yang terjadi di Indonesia.

Pemerintah Indonesia, menurut Hidayat, seharusnya mengalokasikan anggaran fantastis tersebut untuk korban gempa di Lombok. Politikus PKS ini juga mencatat pemerintah belum memenuhi janji soal dana bantuan ke korban musibah.

"Pak Jokowi menyampaikan kepada rakyat secara terbuka, bahwa setiap rumah yang rusak berat akan diberi 50 juta, rusak sedang 25 juta dan rusak ringan 10 juta," kata Hidayat di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/10).

Dia mendengar bahwa warga Lombok telah diberikan buku tabungan dari pemerintah untuk saluran bantuan bencana. Namun, anggaran tak kunjung direalisasikan.

Di sisi lain, pemerintah malah mengeluarkan dana besar untuk acara IMF-Bank Dunia. "Ini yang menjadi sangat kontras, kalau yang untuk nilai 50 juta enggak dilaksanakan, ini untuk akumulasi 855 miliar digelontorkan," jelasnya.

Sementara itu, Johnny G Plate selaku Wakil Ketua Juru Kampanye Nasional (JKN) Jokowi-Ma'ruf mengaku wajar dengan anggaran besar yang dikeluarkan pemerintah. Sebagai tuan rumah, menurut Johnny, sudah seharusnya memberikan hal yang terbaik untuk 189 negara peserta delegasi.

"Sebagai house country, dari annual general meeting dan IMF itu tidak mudah diberikan kepercayaan yang selama ini justru house countrynya itu US dilaksanakan di Washington DC. Setelah 20 tahun mengatasi kritis, kita kali pertama IMF datang ke negara Indonesia," kata Johnny.

Sekjen Partai NasDem ini juga mengaku pemerintah telah berusaha memangkas dana untuk pelaksanaan IMF-Bank Dunia tersebut. Dia bilang, biaya yang dibantu pemerintah hanyalah sebagai tuan rumah.

Misalnya terkait pembangunan sarana infrastruktur dan akomodasi yang bakal dikunjungi seluruh delegasi negara. "Biaya lainnya ditanggung oleh IMF dan ditanggung sendiri oleh delegasi masing-masing," ucapnya.

Pihaknya meminta semua pihak mendukung pelaksanaan IMF-Bank Dunia tersebut. Karena menurut Johnny, pelaksanaan acara yang sukses, akan menjadi pembuktian Indonesia dihadapan negara peserta.

"Itu akan menjadi etalase Indonesia di hadapan pengambil keputusan baik negara-negara peserta ada 189 negara peserta delegasi 189 negara dan khususnya kepada pemimpin-pemimpin pengambil keputusan dibidang moneter dan perekonomian keuangan," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up