JawaPos Radar

Referendum Cegah Pernikahan Sesama Jenis di Rumania Gagal

08/10/2018, 15:36 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
pernikahan sesama jenis, LGBT, rumania,
Referendum untuk mengubah konstitusi di Rumania untuk mencegah pasangan sesama jenis menikah gagal karena jumlah pemilih terlalu rendah (The Week)
Share this image

JawaPos.com - Referendum untuk mengubah konstitusi di Rumania untuk mencegah pasangan sesama jenis menikah gagal karena jumlah pemilih terlalu rendah. Data dari biro pemilu nasional menunjukkan bahwa jumlah pemilih mencapai 20,4 persen ketika jajak pendapat ditutup. Untuk dapat valid, diperlukan jumlah pemilih sebesar 30 persen.

Referendum dua hari yang menghabiskan biaya USD 40 juta, bertujuan mengubah konstitusi untuk mendefinisikan pernikahan adalah hanya antara seorang pria dan seorang perempuan.

Rumania yang konservatif secara agama, mendekriminalisasi homoseksualitas pada 2001 setelah negara-negara tetangga memberlakukan pelarangan pernikahan dan kemitraan sipil untuk pasangan sesama jenis.

pernikahan sesama jenis, LGBT, rumania,
Referendum dua hari, yang menghabiskan biaya USD 40 juta, bertujuan mengubah konstitusi untuk mendefinisikan pernikahan adalah hanya antara seorang pria dan seorang perempuan (Mirror)

Koalisi kelompok masyarakat sipil untuk keluarga memperoleh 3 juta tanda tangan untuk memicu pemungutan suara, yang ditujukan untuk mencegah pasangan sesama jenis memenangkan hak untuk menikah di masa depan. Koalisi menerima dukungan dari Gereja Ortodoks dan agama-agama lain serta semua kecuali satu partai parlementer.

"Bangsa Rumania menolak untuk dipisahkan dan membenci satu sama lain, itu adalah kemenangan bagi demokrasi Rumania. Terlebih lagi, warga Rumania menolak keterlibatan Gereja Ortodoks dalam urusan sekuler negara," kata Vlad Viski dari kelompok hak LGBT MozaiQ.

"Kami percaya politisi sekarang harus melegalkan kemitraan sipil untuk pasangan sesama jenis," katanya di pesta untuk merayakan hasilnya.

Selain itu, puluhan kelompok hak asasi manusia mengatakan, referendum yang sukses akan mendorong upaya lebih lanjut untuk menyingkirkan hak-hak kelompok minoritas dan mendorong Rumania otoriter.

Mereka mendorong orang-orang untuk memboikot pemungutan suara, dengan beberapa perusahaan dan musisi populer dan seniman. Sebuah jaringan perpustakaan bahkan menawarkan diskon buku selama akhir pekan bagi mereka yang ingin tinggal dan membaca daripada ikut pemilihan.

Berdasarkan studi tahunan oleh ILGA-Eropa, organisasi payung yang mendukung kesetaraan, mengungkapkan bahwa Rumania menempati urutan ke-25 dari 28 negara Uni Eropa berdasarkan undang-undang, pidato kebencian, dan diskriminasi terhadap LGBT.

(ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up