JawaPos Radar

Melawan, Warga Jebres Siap Hadang Alat Berat Terkait Kasus HP 105

08/10/2018, 15:35 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Sengketa HP 105
Spanduk protes warga Jebres Tengah yang menempati lahan HP 105 milik Pemkot Surakarta, Selasa (27/3). (Damianus Bram/Radar Solo/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Ancaman Satpol PP yang akan melakukan pembongkaran paksa terhadap hunian warga di lahan hak pakai (HP) Pemkot 105 di Jebres Solo, tidak lantas membuat warga gentar. Sebaliknya, warga justru siap melawan Pemkot dan melakukan penghadangan alat berat jika nantinya didatangkan ke lokasi.

Salah seorang warga, Suparno, menegaskan bahwa warga tidak gentar sedikit pun dengan ancaman penggusuran dari Pemkot. Warga berkukuh bertahan di lokasi dan tidak akan meninggalkan hunian meskipun akan ada penggusuran.

"Kami masih tetap bertahan, karena kami tidak sepakat dengan solusi yang diberikan oleh Pemkot seperti ongkos bongkar Rp 65 ribu per meter, hunian di Rusunawa dan juga kios di Pasar Panggungrejo, Jebres," ungkapnya, Senin (8/10).

Salah satu alasan, lanjut Suparno, yang membuat warga tetap bertahan adalah karena warga meyakini lokasi hunian mereka tidak termasuk HP 105. Sementara yang masuk di dalam HP 105 adalah yang berada di dalam pagar.

Sedangkan hunian mereka atau 23 kepala keluarga (KK) berada di luar HP 105. Sehingga, tidak seharusnya warga ikut pindah sebagaimana yang diperintahkan oleh Pemkot.

"Lokasi kami berada di luar pagar, dan tidak masuk dalam HP 105 jadi kami tidak seharusnya ikut dibongkar. Kalau memang masuk HP 105, Pemkot seharusnya membongkar semuanya secara gamblang," tegasnya.

Dengan keyakinan ini, Suparno menambahkan, warga pun siap melakukan perlawanan jika Pemkot akan melakukan pembongkaran paksa. Bahkan, warga juga siap memblokade jalan masuk jika nantinya alat berat didatangkan ke lokasi.

"Kami akan memblokade dan menghadang alat berat jika nantinya akan melakukan penggusuran paksa," tandasnya.

Sementara itu, Satpol PP Kota Solo, memastikan sudah tidak ada lagi tawar menawar dengan warga. Satpol akan menerjunkan alat berat ke lokasi untuk melakukan pembongkaran paksa hunian warga. "Sudah tidak ada lagi dispensasi, kami segera membongkar hunian warga," kata Kepala Satpol PP, Sutarja.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up